⌂ Beranda News Saham Grup Prajogo Pangestu Melesat hingga ARA Pascakeluar dari MSCI

Saham Grup Prajogo Pangestu Melesat hingga ARA Pascakeluar dari MSCI

Saham Grup Prajogo Pangestu Melesat hingga ARA Pascakeluar dari MSCI
Saham grup Prajogo Pangestu melesat
A A Ukuran Teks16px

Saham-saham afiliasi konglomerat Prajogo Pangestu kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Beberapa di antaranya bahkan menyentuh batas auto reject atas (ARA).

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) langsung mentok ARA di level Rp785 per saham. Hingga pukul 09.08 WIB, nilai transaksinya mencapai Rp167,01 miliar.

>>> Atasi Letdown Menyakitkan Saat Menyusui dengan Tujuh Langkah Ini

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga sempat menyentuh ARA di level Rp4.120 per saham pada pukul 09.31 WIB.

Nilai transaksinya sekitar Rp423,3 miliar.

Induk usahanya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), menguat 12,37% ke level Rp2.180 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp323,67 miliar pada awal perdagangan.

Di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 12,04% ke level Rp2.000 per saham dengan nilai transaksi Rp668,86 miliar.

PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak 14,56% ke level Rp5.350 per saham dengan transaksi sekitar Rp240 miliar.

Anak usaha TPIA di bidang pelayaran, PT Chandra Daya Investasi (CDIA), ikut naik 8,24% ke posisi Rp920 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp74 miliar.

Lonjakan ini memperpanjang tren reli dari pekan sebelumnya, Jumat, 29 Mei 2026.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.894 per Dolar AS pada 2 Juni 2026

Pergerakan positif ini bertahan meskipun kelompok saham tersebut resmi terdepak dari penyedia indeks global MSCI mulai hari ini.

Praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai penguatan saham di tengah momentum rebalancing menunjukkan bahwa investor institusi sudah mengantisipasi hal ini lebih awal.

"Melihat pola pergerakan saham pasca pengumuman MSCI, kemungkinan sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio," kata Hans.

Hans menambahkan bahwa banyak emiten yang keluar dari indeks global tetap memiliki fundamental yang kokoh dan prospek jangka panjang yang menarik.

Momentum pasca-rebalancing bahkan berpotensi menjadi titik balik bagi pasar saham domestik.

Langkah reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO juga dianggap memperkuat transparansi serta kredibilitas pasar. Hal ini akhirnya meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing.

>>> Rahasia Parenting Orang Tua Belanda: Kunci Anak Bahagia

Seiring melesatnya saham grup Prajogo Pangestu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut dibuka di zona hijau.

Pada pukul 9.01 WIB, indeks menguat 1,35% atau naik 82,62 poin ke level 6.210.

Kondisi IHSG ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa utama di Asia yang justru dibuka memerah. Bursa yang melemah antara lain KOSDAQ, KOSPI, NIKKEI 225, Topix, Shenzhen Comp.

, Shanghai Composite, CSI 300, dan Hang Seng. Sementara itu, bursa PSEi, Straits Times, dan TW Weighted Index terpantau ikut menguat.

Berdasarkan analisis teknikal BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285.

Sentimen pasar sepanjang pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia periode Mei 2026 yang diperkirakan naik menjadi 2,94% year-on-year.

Selain itu, potensi menyusutnya surplus neraca perdagangan menjadi US$1,31 miliar juga menjadi perhatian.

>>> Apindo Usul Forum Teknis untuk Transisi Ekspor SDA Satu Pintu

"Investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global," papar BRI Danareksa.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru