Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah signifikan pada perdagangan Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.06 WIB di pasar spot exchange, rupiah melorot 75,7 poin atau 0,42 persen ke Rp 17.880,5 per dolar AS.
>>> 115 Nama Bayi Laki-Laki dari Bahasa Latin dan Artinya
Indeks dolar AS naik tipis 0,01 persen ke level 99,21.
Pelemahan ini berbalik arah setelah sehari sebelumnya rupiah menguat 76 poin atau 0,43 persen ke Rp 17.805 per dolar AS.
Pelaku pasar saat ini mencermati kelanjutan negosiasi antara AS dan Iran serta konflik di Timur Tengah.
>>> IHSG Dibuka Melonjak 1,35% ke 6.210, Saham Prajogo Pangestu Pimpin Top Gainers
Presiden AS Donald Trump pada Senin berupaya meredakan ketegangan antara Israel dan Hizbullah yang berpotensi menghambat perundingan damai AS-Iran.
Ekonom Senior Commonwealth Bank of Australia (CBA) Kristina Clifton memperkirakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz bisa tercapai.
>>> Norwegia Kalahkan Swedia 3-1 dalam Uji Coba Piala Dunia 2026
"Kami memperkirakan AS dan Iran akan sepakat membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari," ujar Clifton dalam risetnya.
Menurutnya, sentimen positif perdamaian berpotensi menekan dolar AS yang selama ini menjadi aset aman di tengah ketidakpastian.
Di Asia, mata uang regional cenderung konsolidasi terhadap dolar AS pada Selasa.
>>> Panduan Ayah Memberikan ASIP Lewat Botol yang Benar dan Nyaman
Data LSEG menunjukkan dolar AS stabil di 159,67 yen Jepang, namun melemah 0,1 persen terhadap won Korea Selatan ke 1.511,50 won.
