⌂ Beranda News Kemenhaj dan BPKH Limited Dorong Kenaikan Pendapatan Hotel di Makkah

Kemenhaj dan BPKH Limited Dorong Kenaikan Pendapatan Hotel di Makkah

Kemenhaj dan BPKH Limited Dorong Kenaikan Pendapatan Hotel di Makkah
Hotel jemaah haji Indonesia di Makkah
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama BPKH Limited sukses mendorong peningkatan pendapatan area komersial hotel jemaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 1447 H/2026 M.

Langkah penguatan kerja sama ini berhasil mengoptimalkan keuntungan ekonomi meskipun jumlah unit usaha mengalami penyesuaian.

>>> Volume Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Signifikan Usai Waisak

Pertumbuhan positif dicapai melalui efisiensi tata kelola yang memprioritaskan kualitas layanan dan kebutuhan jemaah.

Berdasarkan laporan data pengelolaan area komersial yang dilansir dari Investor Daily, angka pendapatan tercatat melonjak dari musim haji tahun sebelumnya.

Data per 11 Mei 2026 menunjukkan diversifikasi jenis usaha yang signifikan, dari dua jenis usaha menjadi lima jenis usaha.

Meski demikian, kuantitas unit usaha menyusut menjadi 44 tenant dan 61 unit usaha, dari sebelumnya 46 tenant dan 82 unit usaha.

>>> MNC Sekuritas: IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.899

Penataan Tenant yang Tepat Sasaran

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, memaparkan bahwa langkah penataan ini berfokus pada hasil yang berkelanjutan.

Kemenhaj sendiri bertindak sebagai regulator yang menetapkan tarif dasar, persetujuan lokasi, serta penyediaan akses regulasi.

"Optimalisasi area komersial hotel jemaah haji diarahkan untuk menciptakan pengelolaan yang lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar," ujar Jaenal Effendi, Senin (01/06/2026).

>>> Cara Cek Desil DTSEN 2026 dan Status Penerima Bansos

Penataan tenant dijalankan secara terukur guna mendukung ekosistem ekonomi haji dan umrah secara keseluruhan.

Seluruh gerai yang beroperasi disesuaikan dengan kebutuhan logistik harian para jemaah Indonesia yang berada di Arab Saudi.

"Meskipun secara kuantitas tenant mengalami penurunan, hasil yang diperoleh justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan area komersial semakin optimal dan tepat sasaran," lanjut Jaenal Effendi.

Sebanyak 61 unit usaha yang beroperasi pada musim haji tahun ini mencakup 31 restoran serta 30 retail atau baqalah.

>>> STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

Seluruh titik komersial tersebut tersebar di lima wilayah operasional jemaah Indonesia, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah, ditambah dua unit usaha kargo.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru