⌂ Beranda News Proyeksi Inflasi Mei 2026 Naik ke 2,94 Persen, Dipicu Harga Pangan Global

Proyeksi Inflasi Mei 2026 Naik ke 2,94 Persen, Dipicu Harga Pangan Global

Proyeksi Inflasi Mei 2026 Naik ke 2,94 Persen, Dipicu Harga Pangan Global
Grafik proyeksi inflasi Indonesia Mei 2026
A A Ukuran Teks16px

Laju inflasi Indonesia pada Mei 2026 diproyeksikan mengalami akselerasi signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi pada Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan konsensus 14 analis dan ekonom yang dihimpun Bloomberg Technoz, median proyeksi inflasi Mei mencapai 2,94% secara tahunan (year-on-year/yoy).

>>> Cara Cek Bansos BPNT Juni 2026 Secara Online Lewat HP

Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi April yang tercatat 2,42%.

Pemicu Kenaikan Inflasi

Sektor pangan menjadi motor utama pendorong inflasi.

Indeks harga pangan global pada April berada di 130,7, naik 2,1 poin dari bulan sebelumnya, menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO).

Indeks tersebut telah meningkat selama tiga bulan berturut-turut dan menjadi yang tertinggi sejak Februari 2023.

Kepala Ekonom FAO Maximo Torero menyebut harga minyak nabati mengalami kenaikan lebih tinggi seiring harga minyak mentah.

>>> 5 Sumber Probiotik Alami yang Mudah Ditemukan untuk Kesehatan Usus

Harga beras di Asia pada Mei mencatat lonjakan bulanan tertinggi dalam hampir 20 tahun. Beras putih Thailand, acuan pasar global, naik 20% dalam sebulan, tertinggi sejak 2008.

Kenaikan harga beras dipicu lonjakan harga pupuk akibat penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Sejak konflik Timur Tengah meletus akhir Februari, harga pupuk nitrogen melonjak 40-50% menurut International Rice Research Institute.

Inflasi Bulanan dan Inti

Berbeda dengan tren tahunan, inflasi bulanan diperkirakan melambat.

>>> Harga Ponsel Pintar Samsung dan Apple Melonjak per Juni 2026

Konsensus memproyeksikan inflasi Mei sebesar 0,12% month-to-month (mtm), sedikit di bawah April yang 0,13% mtm.

Data PIHPS Bank Indonesia menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Harga beras stabil di mayoritas provinsi, dengan penurunan di Jawa Tengah (-4,25%) dan Papua (-0,26%), serta kenaikan tipis di NTT (0,3%), Sulsel (0,35%), dan NTB (0,36%).

Harga daging ayam ras juga stabil.

Penurunan terjadi di Jawa Tengah (-4,4%), sementara kenaikan di Papua (0,86%), NTB (2,44%), NTT (2,59%), dan Sulsel (7,22%).

>>> Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Tsaqib dan Umumkan Kehamilan

Inflasi inti (core) diproyeksikan sebesar 2,5% yoy pada Mei, naik dari 2,44% yoy pada April.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru