⌂ Beranda News Kasus Ebola di Kongo Meningkat Jadi 260, Pemerintah Konfirmasi

Kasus Ebola di Kongo Meningkat Jadi 260, Pemerintah Konfirmasi

Kasus Ebola di Kongo Meningkat Jadi 260, Pemerintah Konfirmasi
Petugas medis menangani pasien Ebola di Kongo
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Republik Demokratik Kongo melaporkan lonjakan kasus terkonfirmasi virus Ebola strain Bundibugyo menjadi 260 pasien. Data ini diumumkan di tengah ancaman perluasan wabah ke wilayah lain.

Menteri Kesehatan Kongo Roger Kamba mengumumkan revisi angka penularan dalam konferensi pers di Bunia, pusat persebaran virus.

>>> Brian Uriarte Geser Veda Ega dari Puncak Klasemen Rookie Moto3 2026

Otoritas kesehatan setempat bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menguji terapi medis baru.

“Yang sangat menjanjikan,” katanya. Penelitian klinis ini bertujuan menguji efektivitas obat antibodi eksperimental langsung di lapangan.

Kongo mendapat dukungan penuh dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS untuk uji klinis fase kedua.

“Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo dapat disembuhkan dengan perawatan medis yang baik,” kata Kamba kepada wartawan di Bunia, ibu kota provinsi Ituri di timur laut.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendorong warga terdampak segera mendatangi fasilitas medis. Ia juga meminta negara tetangga tidak menerapkan pembatasan perjalanan berlebihan.

>>> Kiandra Ramadhipa Gagal Finis di Balapan Kedua Rookies Cup Italia

“Beberapa orang di sini di Ituri sudah pulih,” katanya.

Menurut data kementerian kesehatan, penyebaran virus telah menjangkau lebih dari selusin zona kesehatan di tiga provinsi Kongo. Negara tetangga Uganda mengonfirmasi sembilan kasus dengan satu kematian.

Lambatnya proses pengujian laboratorium memicu kekhawatiran skala epidemi yang sebenarnya lebih masif.

“Realitas saat ini adalah tidak ada yang tahu skala dan tingkat keparahan sebenarnya dari wabah ini,” kata Alan Gonzalez, wakil direktur operasi Médecins Sans Frontières.

Kapasitas deteksi di lapangan masih tertinggal dibandingkan laju penularan virus yang agresif. Gonzalez menambahkan pola penyebaran kali ini merupakan salah satu yang tercepat dalam sejarah pemantauan wabah.

>>> Samsung Kembangkan Pendingin Cair Aktif untuk Ponsel Galaxy Masa Depan

“Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus begitu cepat setelah deklarasinya,” ujarnya.

Meskipun jumlah kasus diduga sempat turun menjadi 349 setelah verifikasi laboratorium, ratusan sampel medis masih mengantre untuk diperiksa.

Gonzalez menegaskan penutupan akses perbatasan oleh sejumlah negara justru mempersulit pengiriman bantuan dan tenaga ahli.

“Kita tahu dari pengalaman bahwa langkah-langkah ini sangat menghambat penanggulangan wabah, dan mengisolasi negara-negara yang sangat membutuhkan dukungan internasional,” menurut Gonzalez.

Keterbatasan jumlah organisasi medis internasional di lapangan memperparah hambatan penanggulangan krisis. Pasokan logistik dan mobilisasi tim ahli dinilai masih di bawah standar minimum untuk menghentikan transmisi lokal.

>>> Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie of the Year Moto3 2026

“Jumlah organisasi medis ahli yang merespons di lapangan masih terlalu terbatas, dan tingkat dukungan yang diberikan, termasuk dari kita sendiri, jauh dari yang dibutuhkan,” kata Gonzalez.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru