⌂ Beranda News Kasus Ebola di Kongo Melonjak Jadi 260, Varian Bundibugyo Menyebar

Kasus Ebola di Kongo Melonjak Jadi 260, Varian Bundibugyo Menyebar

Kasus Ebola di Kongo Melonjak Jadi 260, Varian Bundibugyo Menyebar
Ilustrasi virus Ebola
A A Ukuran Teks16px

Jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo melonjak menjadi 260 kasus.

Perluasan wabah ini diumumkan oleh Menteri Kesehatan Roger Kamba dalam konferensi pers di Bunia, kota pusat wabah, pada Minggu (31/5/2026).

>>> Timnas Korea Selatan Acak Nomor Punggung Jelang Uji Coba Lawan Trinidad

Virus varian Bundibugyo telah menyebar ke lebih dari selusin zona kesehatan di tiga provinsi Kongo. Wabah ini juga menjangkau Uganda yang mencatat sembilan kasus.

Uji Klinis Terapi Antibodi

Otoritas kesehatan Amerika Serikat sepakat mendukung penggunaan terapi antibodi eksperimental di Kongo. Uji klinis fase 2 akan dilakukan untuk menentukan efektivitas obat yang dinilai sangat menjanjikan.

Kementerian Kesehatan Kongo melaporkan jumlah kasus suspek turun menjadi 349 pada Kamis. Sebelumnya, puncak kasus suspek mencapai 1.077 pada Selasa setelah pengujian laboratorium.

Kapasitas laboratorium ditingkatkan untuk memproses 200 hingga 300 sampel per hari. Langkah ini diambil untuk memperjelas skala wabah yang sebenarnya.

>>> Timnas Korea Selatan Uji Formasi Baru Kontra Trinidad dan Tobago

Peringatan dari MSF

Organisasi kesehatan internasional Doctors Without Borders (MSF) memperingatkan potensi penyebaran yang lebih cepat.

"Kenyataannya saat ini adalah tidak seorang pun mengetahui skala dan tingkat keparahan sebenarnya dari wabah ini," kata Alan Gonzalez, Wakil Direktur Operasi MSF.

Sebanyak lima tenaga kesehatan di Bunia terinfeksi dari 84 kasus baru akhir pekan lalu. Hal ini memicu kekhawatiran terkait sistem pengendalian infeksi.

"Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus dalam waktu sesingkat ini setelah diumumkan," tambah Gonzalez.

>>> Timnas Korea Selatan Kalahkan Trinidad dan Tobago 2-0

Kondisi diperparah oleh kebijakan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan oleh sejumlah negara tetangga.

"Langkah-langkah ini sangat menghambat respons terhadap wabah dan mengisolasi negara-negara yang membutuhkan dukungan internasional," kata Gonzalez.

Rekomendasi Terapi dari WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa para ahli independen telah merekomendasikan tiga kandidat terapi. Termasuk antibodi monoklonal MBP134, Maftivimab, dan remdesivir milik Gilead Sciences Inc.

"Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo dapat disembuhkan dengan perawatan medis yang baik," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

>>> Cinta Sejati di Hari Terakhir: Kelli Peters Menikahi Robbie Fox yang Sakit Kanker

Tedros juga menyoroti dampak negatif penutupan wilayah yang membatasi pergerakan tim medis.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru