⌂ Beranda News Uni Eropa Pertimbangkan Pembekuan Batas Harga Minyak Rusia

Uni Eropa Pertimbangkan Pembekuan Batas Harga Minyak Rusia

Uni Eropa Pertimbangkan Pembekuan Batas Harga Minyak Rusia
Bendera Uni Eropa dan Rusia dengan latar belakang minyak
A A Ukuran Teks16px

Tujuan utama dari paket regulasi baru ini adalah memperketat tekanan pada pendapatan energi serta sektor keuangan Rusia.

Langkah ini juga dirancang untuk memutus pasokan penting bagi industri militer mereka.

>>> IHSG Melemah 0,56% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Justru Naik Rp 94 Triliun

Setiap rancangan sanksi membutuhkan persetujuan dari seluruh negara anggota sebelum resmi diadopsi. Oleh karena itu, detail rencana masih dapat berubah dalam proses diskusi.

Negara maritim seperti Yunani kerap mengajukan keberatan terhadap perubahan batas harga minyak. Sementara itu, beberapa negara lain sangat sensitif terhadap dampak yang menyentuh kepentingan energi dan perdagangan mereka.

Pembatasan Sektor Kedirgantaraan dan Korporasi

Usulan lain dalam paket sanksi mencakup pembatasan perdagangan beberapa mineral, logam, dan bijih penting. Bahan-bahan tersebut digunakan pada sektor kedirgantaraan Rusia dan pengembangan drone untuk menyerang kota-kota Ukraina.

Kontrol ekspor juga dipertimbangkan terhadap sekitar dua lusin perusahaan.

Korporasi tersebut berada di China, India, Turki, dan Asia Tengah yang diduga memasok barang terlarang untuk kebutuhan senjata Rusia.

Uni Eropa saat ini sedang menilai cara untuk membantu lembaga kliring Euroclear Ltd. Hal ini merespons putusan pengadilan Moskwa yang mengizinkan Bank Sentral Rusia menyita aset lembaga tersebut.

Sebelumnya, Uni Eropa menyetujui penggunaan kekuasaan darurat untuk memperpanjang pembekuan aset bank sentral Rusia senilai hingga €210 miliar atau US$245 miliar tanpa batas waktu.

Mayoritas dana tersebut disimpan melalui Euroclear.

Uni Eropa berkomitmen tetap membekukan aset tersebut hingga perang berakhir dan Rusia membayar ganti rugi.

>>> Seventeen Ungkap Kelelahan Emosional dalam Lagu Merelakanmu

Namun, beberapa negara anggota termasuk Belgia menentang keras segala upaya penyitaan aset secara langsung.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru