Pasukan militer Inggris menaiki sebuah kapal tanker minyak yang terkena sanksi di Selat Inggris pada Minggu pagi.
Langkah ini merupakan operasi perdana yang dipimpin Inggris untuk menargetkan armada bayangan milik Rusia.
>>> Pemerintah Setujui Perluasan KEK Gresik untuk Akomodasi Investasi
Komando Marinir Kerajaan bersama petugas dari Badan Kejahatan Nasional mencegat kapal bernama Smyrtos saat berada di perairan teritorial Inggris.
Operasi selama enam jam itu melibatkan kapal Angkatan Laut Kerajaan, helikopter militer, dan pesawat patroli maritim RAF P-8.
Pihak berwenang kemudian memindahkan kapal tersebut ke lokasi berlabuh di lepas pantai selatan Inggris. Proses ini dilakukan untuk melanjutkan penyelidikan dan memantau potensi risiko terhadap keselamatan maupun lingkungan.
Pemerintah Inggris menegaskan tindakan ini memiliki dasar hukum domestik dan internasional yang kuat.
Operasi penindakan terhadap kapal armada bayangan telah mendapat persetujuan Perdana Menteri Keir Starmer sejak Maret lalu.
Tujuan utama penargetan kapal tersebut adalah penegakan sanksi ekonomi. Langkah ini dirancang untuk membatasi sumber pendapatan yang digunakan Presiden Vladimir Putin untuk mendanai perang di Ukraina.
>>> Bank Jakarta Dorong Transaksi Digital di Jakarta Fair 2026
"Operasi ini memberikan pukulan telak lagi kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang membiayai perang Putin di Ukraina bahwa mereka tidak dapat bersembunyi," kata Starmer.
Menteri Pertahanan Inggris, Dan Jarvis, menyatakan operasi pencegatan ini akan mengganggu jalur distribusi armada yang selama ini diandalkan Rusia.
Armada tersebut digunakan untuk mengangkut minyak ilegal demi mendanai konfrontasi militer terhadap Ukraina.
Aksi pada hari Minggu itu berjalan lewat koordinasi intensif bersama pihak Prancis. Langkah tersebut mengikuti dukungan Inggris terhadap tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dan Prancis.
Hingga saat ini, Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap hampir 600 kapal yang diidentifikasi masuk dalam jaringan armada bayangan Rusia.
>>> Menakar Ulang Stabilitas Ekonomi Indonesia: Saatnya Beralih ke Produktivitas?
Inggris memperkirakan total armada tersebut mencapai lebih dari 700 kapal dan mengangkut sekitar tiga perempat dari seluruh komoditas minyak Rusia yang terkena sanksi.
Berdasarkan data pemerintah, kapal-kapal yang diblokir Inggris berhasil menekan nilai angkutan minyak Rusia hingga US$1,6 miliar lebih rendah pada kuartal pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, pendapatan sektor minyak dan gas Rusia menyusut 24% dari tahun ke tahun pada 2025.
Pendapatan dari sektor minyak saja merosot hingga 27% sejak Oktober 2024, yang menandai level terendah sejak awal konflik pada 2022.
Sebagian besar armada bayangan ini merupakan kapal tanker berusia tua. Kapal-kapal tersebut beroperasi dengan status kepemilikan serta sistem regulasi asuransi yang sengaja dibuat tidak transparan.
Pemerintah Inggris mencatat lebih dari 70% kapal tanker bayangan telah berumur di atas 15 tahun.
>>> Mengenal Vagitus Uterinus, Fenomena Langka Janin Menangis di Kandungan
Selain masalah sanksi, telah terjadi lebih dari 50 insiden operasional yang melibatkan kelompok armada tersebut di berbagai perairan.