Fenomena seorang pembuat konten yang meminum 11 suplemen sekaligus menuai kekhawatiran netizen. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Zullies Ikawati pun angkat bicara.
Menurut Prof Zullies, keamanan konsumsi banyak suplemen bergantung pada jenis produk yang masuk ke tubuh.
>>> IHSG Melemah 0,56% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Justru Melonjak Rp94 Triliun
"Nggak bisa digeneralisir jawabannya, tergantung dari jenis suplemennya apa," katanya saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).
Vitamin dan Mineral Lebih Aman, Tapi Tetap Ada Batasnya
Prof Zullies menjelaskan bahwa vitamin dan mineral cenderung lebih aman dibanding obat medis. Namun, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan.
"Pada dasarnya vitamin dan mineral cenderung lebih aman daripada obat, namun jika berlebihan pasti tidak baik juga efeknya," jelasnya.
>>> Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Disemayamkan di Cikeas Bogor
Hingga saat ini belum ada regulasi yang membatasi jumlah suplemen yang boleh dikonsumsi per hari. Faktor utama adalah pemahaman atas kandungan produk dan kondisi tubuh masing-masing.
"Tidak bisa juga harus dibatasi sekian suplemen, tergantung jenis suplemennya dan kebutuhan tubuh," ujar Prof Zullies.
Suplemen berfungsi sebagai penambah nutrisi, bukan pengganti makanan pokok. Idealnya, suplemen digunakan saat tubuh mengalami defisit zat gizi tertentu.
"Namanya suplemen itu kan artinya tambahan, jadi digunakan jika memang tubuh kekurangan," tuturnya.
>>> Trump Perketat Syarat Damai dengan Iran, Desak Pemusnahan Uranium
Tumpang tindih kandungan dalam beberapa multivitamin berpotensi memicu overdosis zat besi, vitamin A, atau vitamin D.
Akumulasi vitamin A dosis tinggi bahkan bisa merusak hati dan mengganggu kesehatan tulang.
Masyarakat diimbau tidak meniru tren media sosial tanpa memahami kebutuhan tubuh. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat disarankan sebelum rutin mengonsumsi suplemen dalam jumlah banyak.
>>> Ukuran Ideal Garasi Toyota Avanza: Panduan Membangun Ruang Parkir yang Nyaman
"Yang terpenting bukan berapa banyak jumlah suplemennya, tetapi apakah memang dibutuhkan dan apakah dosisnya sesuai," pungkas Prof Zullies.