⌂ Beranda News Pelemahan Rupiah Ancam Kelangsungan Industri Farmasi dan Apotek Kecil

Pelemahan Rupiah Ancam Kelangsungan Industri Farmasi dan Apotek Kecil

Pelemahan Rupiah Ancam Kelangsungan Industri Farmasi dan Apotek Kecil
Ilustrasi obat-obatan di apotek
A A Ukuran Teks16px

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi memicu lonjakan harga obat-obatan. Kondisi ini mengancam kelangsungan bisnis industri farmasi dan apotek kecil di Indonesia.

Dampak serius juga dirasakan masyarakat sebagai konsumen akhir produk kesehatan. Krisis ekonomi ini dinilai dapat memaksa sebagian pelaku industri farmasi kelas menengah ke bawah menghentikan produksi.

>>> The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga pada Pertemuan Juni 2026

Penyebabnya adalah ketidakmampuan membeli bahan baku impor yang semakin mahal. Fenomena kebangkrutan ini menjadi perhatian serius bagi ketahanan kesehatan publik.

Tekanan Berlapis bagi Apotek Kecil

Pengamat Kesehatan Global Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan tekanan terhadap apotek kecil akan berlapis. Harga beli obat dari distributor naik, sementara harga jual ke pasien sulit dinaikkan.

Lonjakan harga stok obat baru berisiko mengikis modal kerja para pelaku usaha retail.

>>> Ketahui Penyebab BPJS Kesehatan Nonaktif dan Cara Mengaktifkannya Kembali

Kondisi ini diperparah oleh dominasi apotek jaringan besar yang memiliki modal kuat dan daya tawar tinggi.

Modal kerja apotek kecil tergerus karena harus membeli stok dengan harga lebih mahal. Persaingan dengan apotek jaringan besar semakin mempersulit mereka.

>>> Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah didorong mempermudah akses kredit usaha bagi apotek kecil. Selain itu, rantai distribusi perlu dipangkas melalui jalur pembelian langsung ke Pedagang Besar Farmasi (PBF).

Penguatan volume transaksi juga dapat dilakukan dengan mengintegrasikan apotek kecil ke platform telemedicine dan e-farmasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka.

Dicky Budiman menambahkan, proteksi melalui asosiasi juga penting. Ikatan Apoteker Indonesia dan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia perlu lebih aktif mengadvokasi kebijakan yang melindungi apotek kecil.

>>> BGN Ubah Skema Insentif Satuan Pelayanan Gizi

Langkah proteksi tambahan adalah membatasi ruang ekspansi jaringan apotek waralaba besar di wilayah tertentu. Kebijakan ini sudah diterapkan di beberapa negara untuk melindungi usaha kecil.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru