⌂ Beranda News Lion Air Tanggapi Video Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Kabel Ties

Lion Air Tanggapi Video Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Kabel Ties

Lion Air Tanggapi Video Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Kabel Ties
Pesawat Wings Air dengan baling-baling diikat kabel ties
A A Ukuran Teks16px

Manajemen Lion Air memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang memperlihatkan bilah baling-baling pesawat Wings Air diikat menggunakan kabel ties.

Video tersebut diambil oleh seorang penumpang warga negara asing di salah satu bandara di Bali pada Minggu, 31 Mei 2026.

>>> BPI Danantara Umumkan Manajemen Baru PT DSI Pekan Depan

Dalam rekaman, terlihat pengikat plastik terpasang pada bagian propeler pesawat jenis ATR 72-600 dengan registrasi PK-WJJ. Penumpang tersebut menuliskan, "That’s a cable tie holding the prop."

Penjelasan Lion Air

Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa komponen yang terlihat bukan indikasi kerusakan. Pengikat tersebut digunakan untuk mengamankan sementara lapisan pelindung (deicer) yang sedikit bergeser.

>>> Istana Ungkap Kedekatan Hubungan Presiden Prabowo dengan Pemimpin Dunia

Deicer hanya berfungsi sebagai pelindung operasional, bukan bagian struktur utama penggerak mesin. Prosedur ini sesuai dengan Aircraft Maintenance Manual yang dijalankan teknisi berkualifikasi.

Setelah pemasangan, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan. Hal ini untuk memastikan komponen berfungsi normal dan tidak mengganggu kinerja baling-baling.

>>> Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

Meskipun alat pengikat identik dengan perkakas rumah tangga, penggunaannya di penerbangan melewati standardisasi industri yang ketat. Pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian prosedur perawatan pabrikan.

Wings Air menegaskan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan udara. Saat ini, pesawat ATR 72-600 tersebut dikandangkan sementara untuk inspeksi teknis lebih lanjut.

>>> Minum Obat Setelah Kopi Picu Bahaya dan Interaksi Medis

"Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelayakan udara," kata Danang. Setiap keputusan penerbangan didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis menyeluruh oleh personel berwenang.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru