⌂ Beranda News Bakom RI Bantah Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia

Bakom RI Bantah Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia

Bakom RI Bantah Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Italia
Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Bakom RI M. Qodari
A A Ukuran Teks16px

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, M. Qodari, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak mengagendakan kunjungan ke Italia setelah lawatan kenegaraan dari Prancis.

Klarifikasi ini diterbitkan untuk meluruskan spekulasi yang beredar di media sosial.

>>> BPI Danantara Umumkan Manajemen Baru PT DSI Pekan Depan

"Pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia," kata Qodari di Gedung Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Pihak Bakom RI menegaskan bahwa agenda luar negeri Kepala Negara telah disusun secara matang dan transparan sejak awal.

Kunjungan diplomasi difokuskan untuk memenuhi undangan resmi dari pemerintah Prancis.

"Kedua, jadwal resmi hanya memang ke Prancis.

Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya.

>>> Istana Ungkap Kedekatan Hubungan Presiden Prabowo dengan Pemimpin Dunia

Pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron merupakan kunjungan balasan atas kehadiran pemimpin Prancis tersebut ke Indonesia pada tahun sebelumnya.

Agenda utama difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral, khususnya transfer teknologi alutsista melalui sektor pendidikan STEM, energi, serta pengelolaan mineral.

"Kemudian Pak Sugiono pada kesempatan itu telah menyampaikan target kerja sama pertama di bidang ketahanan.

Karena kita tahu Indonesia sudah menerima alutsista dari Prancis, karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," kata dia.

Selain pembahasan kerja sama formal, hubungan diplomatik kedua negara juga diperkuat oleh kedekatan personal yang solid di antara kedua pemimpin.

"Di luar itu dapat dilambangkan, memang kita semua dapat mengetahui ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara.

>>> Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

Dan kita tahu modal sosial tidak kalah pentingnya dengan modal yang lain, baik itu ekonomi maupun politik," tuturnya.

Langkah diplomasi aktif ini mencerminkan posisi strategis geopolitik Indonesia di kancah internasional dalam merajut kemitraan global.

"Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik. Mungkin satu-satunya figur di dunia yang bisa memiliki hubungan sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya," tuturnya.

Posisi netral dan aktif Indonesia memungkinkan komunikasi yang berjalan baik dengan para pemimpin dari berbagai kekuatan besar dunia.

"Beliau punya hubungan baik dengan Presiden Putin dari Rusia, Presiden Donald Trump dari AS, maupun dengan Xi Jinping dari RRC.

>>> Minum Obat Setelah Kopi Picu Bahaya dan Interaksi Medis

Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam situasi hari ini dan dalam konteks masa depan," tegasnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru