⌂ Beranda News Militer Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan, Tembus Sungai Litani

Militer Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan, Tembus Sungai Litani

Militer Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan, Tembus Sungai Litani
Tank Israel di Lebanon selatan
A A Ukuran Teks16px

Pasukan militer Israel memperluas jangkauan operasi darat mereka ke wilayah Lebanon selatan di tengah dialog keamanan antara delegasi militer kedua negara di Washington, Amerika Serikat.

Langkah agresif tersebut ditandai dengan penetrasi tentara Israel yang mulai melewati batas geografis strategis di utara perbatasan.

>>> Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Data resmi Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan eskalasi sejak perang pecah pada 2 Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 3.355 orang dan melukai 10.095 lainnya.

Rentetan serangan udara ini juga melumpuhkan akses kemanusiaan dan jalur evakuasi medis darurat di beberapa titik vital termasuk Distrik Marjayoun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi peningkatan pergerakan pasukannya melalui sebuah rekaman video saat mengunjungi area perbatasan.

Pihak Israel mengklaim operasi militer dilakukan di seluruh lini depan untuk melumpuhkan kekuatan kelompok Hizbullah secara langsung.

"Pasukan kami telah menyeberangi Litani," ujar Benjamin Netanyahu.

Penetrasi darat ini terus meluas hingga tank-tank Israel dilaporkan mencapai pinggiran kota Debbine.

>>> Pembalap Daniel Ingham Tewas dalam Kecelakaan Isle of Man TT 2026

Selain serangan darat, pengeboman besar-besaran juga menyasar wilayah Beirut, Bekaa, dan kota pesisir selatan Tyre.

Krisis Kemanusiaan Semakin Parah

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyoroti tingginya angka kematian warga sipil, khususnya anak-anak, akibat pelanggaran gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak April lalu.

UNICEF mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk mematuhi hukum humaniter internasional demi melindungi infrastruktur sipil.

"Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, 77 anak dilaporkan tewas atau terluka hanya dalam seminggu terakhir," kata Ricardo Pires, Juru Bicara UNICEF.

Pihak UNICEF menambahkan bahwa rata-rata terdapat 11 anak yang menjadi korban setiap 24 jam akibat serangan udara.

>>> Dokter Gizi Soroti Ketimpangan Nutrisi pada Nasi Goreng

Berdasarkan data organisasi tersebut, sebanyak 55 anak telah gugur dan 212 lainnya terluka sejak pengumuman gencatan senjata yang gagal disepakati.

"Lima belas anak tewas dan 62 luka-luka dalam tujuh hari. Itu rata-rata 11 anak setiap 24 jam.

Kami memahami bahwa sebagian besar anak-anak ini terdampak oleh serangan udara di Lebanon selatan. Baru kemarin, tujuh anak tewas dan 30 luka-luka," tutur Ricardo Pires.

Hingga saat ini, perintah evakuasi berulang dari militer Israel memaksa ribuan keluarga mengungsi ke arah utara.

Kondisi ini menyebabkan tempat-tempat penampungan di Kota Tyre mencapai kapasitas maksimal, sehingga sebagian pengungsi terpaksa tidur di dalam mobil dan tenda darurat.

Meskipun situasi keamanan di lapangan terus memburuk, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa lembaga kemanusiaan internasional tetap berupaya menyalurkan bantuan logistik darurat.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon AC Split Polytron Capai Rp1,6 Juta

Sejak awal Maret, Program Pangan Dunia (WFP) dan UNHCR telah mendistribusikan jutaan paket makanan siap saji serta ratusan ribu perlengkapan tidur untuk keluarga yang terdampak konflik.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru