BPH Migas bersama Komisi XII DPR RI menemukan truk yang diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Temuan ini terjadi saat inspeksi distribusi pada Sabtu (30/5/2026).
>>> Performa SGA dan Holmgren Menurun di Final Barat
Kendaraan tersebut menerapkan metode operasi "helikopter" dengan berulang kali keluar masuk SPBU. Tujuannya untuk mendapatkan BBM subsidi dalam volume besar.
Dalam pemeriksaan ditemukan 16 kode QR dan 18 pasang pelat nomor kendaraan berbeda di dalam truk.
"Modus ini digunakan untuk memperoleh BBM subsidi secara berulang dan menghindari pengawasan sistem," ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas.
Petugas mencatat transaksi terakhir kendaraan pada pukul 12.55 WIB. Selain memalsukan identitas, bagian penampungan truk diduga telah diubah menggunakan tangki rakitan berkapasitas besar.
>>> 3 Cara Mudah Cek Lokasi SPKLU di Medan Lewat HP
"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sambungan selang dari tangki utama menuju tangki tambahan di bagian atas kendaraan.
Total kapasitas penampungan diperkirakan mencapai 1.000 liter BBM subsidi," kata Wahyudi Anas.
Wahyudi Anas mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan kendaraan yang diduga membeli BBM subsidi secara tidak wajar. Penegakan aturan distribusi energi membutuhkan laporan langsung dari lapangan.
Aktivitas ilegal ini menyulitkan pemantauan visual karena pola transaksi terlihat seperti pembelian normal. "Dari luar tidak tampak kejanggalan.
Namun setelah diperiksa lebih rinci, ditemukan tangki tambahan berukuran besar di dalam kendaraan," jelas Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto.
>>> Hutama Karya Catat Kenaikan Trafik Tol Trans Sumatera 19,72 Persen
Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik mendukung pengawasan ketat. "Pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi demi melindungi daya beli masyarakat meskipun harga minyak dunia naik.
Distribusinya harus diawasi agar tepat sasaran," ujarnya.
Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyatakan komitmen menindaklanjuti temuan ke ranah hukum pidana.
"Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum dan memastikan praktik seperti ini tidak terjadi di wilayah Jepara," katanya.
>>> Dokter Ungkap Usia Paling Ideal bagi Wanita Jalani Prosedur Egg Freezing
Inspeksi lapangan di Jawa Tengah juga didampingi Sales Branch Manager Fuel IV Semarang Pertamina Patra Niaga, Nur Fitriany.