⌂ Beranda News Dokter Ungkap Usia Paling Ideal bagi Wanita Jalani Prosedur Egg Freezing

Dokter Ungkap Usia Paling Ideal bagi Wanita Jalani Prosedur Egg Freezing

Dokter Ungkap Usia Paling Ideal bagi Wanita Jalani Prosedur Egg Freezing
Ilustrasi konsultasi prosedur egg freezing
A A Ukuran Teks16px

Prosedur pembekuan sel telur atau egg freezing kembali menjadi perbincangan. Langkah medis ini diambil perempuan untuk menjaga peluang kehamilan di masa depan.

Metode tersebut biasanya dipertimbangkan oleh mereka yang berniat menunda kehamilan. Faktor pemicunya beragam, mulai dari fokus pada karier, status pernikahan, hingga isu medis tertentu.

>>> Aplikasi WANDA Kini Bisa Lacak Pembelian Motor Honda Secara Real-Time

Tren ini juga diikuti oleh sejumlah figur publik tanah air. Beberapa nama seperti Luna Maya, Olla Ramlan, Dewi Perssik, hingga Sabrina Chairunnisa tercatat pernah menjalani prosedur ini.

Para selebriti tersebut menjalani tindakan pada usia yang bervariasi. Fenomena ini memicu pertanyaan mengenai momentum usia yang paling tepat untuk melakukan pembekuan sel telur.

Usia Ideal Egg Freezing

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Brawijaya Hospital Antasari, dr M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER memberikan penjelasannya.

Ia menyatakan bahwa umur pasien memegang peranan krusial bagi hasil akhir tindakan.

"Kembali lagi, lebih baik usia di bawah 35 tahun," ujar dr Luky. Batas umur di bawah 35 tahun menjadi tolok ukur yang sangat penting.

Hal tersebut berkaitan erat dengan tingkat keberhasilan kehamilan nantinya. Juga volume sel telur yang bisa dipanen lewat satu siklus hormon.

Kondisi sel telur wanita yang melakukan prosedur ini sebelum usia 35 tahun umumnya masih dalam fase prima.

>>> Ramalan Zodiak Cancer, Leo, dan Virgo: Realistis, Optimis, dan Konsisten

Keunggulan kualitas ini membuat jumlah sel telur yang perlu dihimpun tidak terlampau banyak.

"Jadi, kalau misalnya dia usianya itu di bawah 35 ya, itu dia cukup mengumpulkan telur antara 15 sampai 20 telur untuk kemungkinan keberhasilan kehamilan bisa sampai 80 persen," jelasnya.

Bahkan, jika kondisi sel telur sangat bagus, persentase keberhasilan untuk memperoleh satu bayi dapat mencapai 80 hingga 90 persen.

Kondisi yang bertolak belakang akan dihadapi jika perempuan baru merencanakan egg freezing saat usia kepala empat.

Menurut dr Luky, rintangan biologis yang membayangi pasien pada usia tersebut akan jauh lebih berat.

"Sementara kalau misalnya usianya di atas itu, misalnya 40 atau segala macem, waduh, itu telurnya memang dikumpulin banyak banget.

>>> Spurs Tekuk Thunder di Game 7, Lolos ke Final NBA

Lebih dari 20, bisa 30, bisa 40 telur," wanti-wanti dr Luky.

Kondisi ini menghadirkan realitas medis yang cukup kontradiktif. Secara biologis, bertambahnya usia justru membuat pasokan telur yang bisa diambil lewat stimulasi hormon semakin minim.

Di sisi lain, target penampungan sel telur agar bisa hamil sukses justru melonjak drastis. Lonjakan kuantitas ini diperlukan untuk mengompensasi penurunan kualitas sel telur yang terjadi secara alami.

"Jadi, kalau misalnya umurnya 40, saya udah egg freezing nih, berapa telurnya (yang didapat)? Lima, sepuluh.

Kurang banget. Itu usianya mungkin (butuh) 30 atau 40 telur, gitu," tambahnya.

Lantaran minimnya jumlah sel telur yang diperoleh pada usia matang, pasien umumnya tidak bisa hanya bersandar pada satu kali rangkaian tindakan.

"Apalagi, semakin tua, semakin tua mungkin lebih banyak telur yang disimpan. Sementara, semakin tua telur yang didapat mungkin sedikit.

>>> 10 Saham Paling Diburu Asing Saat IHSG Melemah 29 Mei 2026

Jadi, dia harus ngulang stimulasi beberapa kali sampai mengumpulkan telur yang cukup," tutur dr Luky.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru