Banyak ibu menyusui mengeluhkan penurunan volume ASI saat menstruasi kembali setelah masa nifas. Perubahan hormon estrogen dan progesteron diduga menjadi penyebab utama fluktuasi ini.
Konsultan obstetri dan ginekologi Dr. Vyshali HR dari Rainbow Children Hospital, Hebbal, menjelaskan bahwa penurunan volume ASI sering terjadi sesaat sebelum atau selama haid.
>>> Kasus Ebola di Kongo Melonjak Jadi 260, Varian Bundibugyo Menyebar
Hal ini berkaitan dengan perubahan hormonal dalam tubuh.
Selain hormon, kadar kalsium dan magnesium juga berubah selama menstruasi. Kombinasi fluktuasi hormonal dan mineral ini memicu perbedaan sensitivitas antaribu menyusui.
Beberapa ibu merasakan perubahan volume secara drastis, sementara yang lain tidak merasakan perbedaan signifikan.
Data dari The Australian Breastfeeding Association menunjukkan rata-rata ibu tidak mengalami haid selama 9–10 bulan pascamelahirkan.
>>> Victor Wembanyama Bawa Spurs ke Final NBA 2026
Ketika siklus bulanan kembali, bayi bisa menjadi lebih rewel, ingin menyusu lebih sering, atau menolak payudara.
Hal ini diduga terkait perubahan sementara pada aliran dan rasa ASI, bukan penurunan produksi drastis.
Tanda penurunan pasokan ASI meliputi payudara terasa tidak sepadat biasanya, bayi gelisah setelah menyusu, frekuensi menyusu meningkat, serta puting terasa sakit atau sensitif.
Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang seiring siklus haid.
>>> Timnas Korea Selatan Acak Nomor Punggung Jelang Uji Coba Lawan Trinidad
Cara Mempertahankan Produksi ASI
Dr. Vyshali merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk menjaga stabilitas pasokan ASI. Pertama, penuhi kebutuhan cairan dengan minum banyak air sepanjang hari.
Kedua, konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung metabolisme tubuh. Ketiga, pastikan waktu tidur cukup karena kelelahan dapat memperburuk penurunan produksi ASI.
Selain itu, disiplin dalam memompa ASI juga penting untuk menjaga stimulasi produksi kelenjar payudara. Ibu menyusui tidak perlu khawatir berlebihan karena penurunan volume ASI saat haid bersifat sementara.
Dr. Vyshali menegaskan bahwa datangnya haid bukan hambatan untuk melanjutkan menyusui. "Tubuh setiap orang berbeda, dan banyak ibu dapat terus menyusui dengan sukses setelah haid mereka kembali," ujarnya.
>>> Timnas Korea Selatan Uji Formasi Baru Kontra Trinidad dan Tobago
Bagi mayoritas perempuan, produksi ASI akan kembali normal dalam hitungan hari tanpa penyesuaian medis besar. Ibu disarankan untuk tetap konsisten menyusui dan menjaga pola hidup sehat.