Masa menyusui sering diwarnai perubahan pada payudara seperti pembengkakan, nyeri, dan saluran ASI tersumbat. Banyak ibu menganggap keluhan tersebut sebagai hal yang normal.
Namun, tidak semua benjolan saat menyusui disebabkan oleh laktasi.
>>> Desain Vivo X Fold 6 Bocor ke Publik Jelang Peluncuran Akhir Juni 2026
Seorang ibu menyusui di Irlandia menjadi contoh nyata. Muireann McColgan, 39 tahun, menemukan benjolan di payudara kirinya saat usia kehamilan 31 minggu pada Agustus 2023.
Ia mengira itu hanya saluran ASI tersumbat atau mastitis.
Ia mencoba langkah umum seperti menyusui lebih sering, pijatan lembut, dan kompres hangat. Namun, benjolan tidak kunjung hilang.
Ia pun memutuskan periksa ke dokter.
Dokter umum menduga mastitis.
Empat minggu kemudian, saat pemeriksaan prenatal, seorang bidan melihat benjolan itu dan merujuknya ke Rumah Sakit St. Vincent.
Muireann dijadwalkan mammogram, tetapi melahirkan sehari sebelumnya, pada 7 Oktober 2023.
>>> Jadwal KRL Solo Jogja 10 Juni 2026: Rute dan Tarif Lengkap
Diagnosis yang Mengejutkan
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan hasil mengejutkan: kanker payudara stadium 4. Penyakit telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Tim medis melakukan biopsi untuk mengetahui stadium lebih lanjut.
"Saya sangat terkejut. Saya tidak tahu harus berbuat apa, saya benar-benar ketakutan," ujar Muireann, seorang koki.
Kabar itu menghantamnya di tengah kebahagiaan memiliki bayi.
"Saya memiliki bayi kecil dan mereka memberi tahu saya menderita penyakit mematikan. Rasanya tidak nyata.
Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewatinya," lanjutnya.
Mengapa Kanker Payudara Bisa Tersembunyi Saat Menyusui?
Kanker payudara sulit dikenali saat menyusui karena perubahan alami akibat hormon dan produksi ASI. Gejala kanker sering menyerupai masalah menyusui umum.
Menurut ulasan ilmiah dalam Pregnancy-Associated Breast Cancer: A Diagnostic and Therapeutic Challenge (2023), perubahan anatomi payudara selama kehamilan dan menyusui dapat menutupi tanda awal kanker.
>>> Idris Elba Bantah Pernah Terima Tawaran Jadi James Bond
Diagnosis sering terlambat karena benjolan dianggap normal.
Beberapa alasan medis keterlambatan diagnosis:
- Jaringan payudara menjadi lebih padat karena kelenjar penghasil ASI, menyulitkan deteksi benjolan.
- Gejala sangat mirip saluran ASI tersumbat atau mastitis, seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan.
- Banyak kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Penelitian di jurnal Breast Care menemukan 40 persen pasien kanker payudara terkait kehamilan mengalami keterlambatan diagnosis. Sebanyak 75 persen pasien baru terdiagnosis saat kanker sudah stadium III atau IV.
Temuan serupa dilaporkan dalam Journal of Breast Imaging. Keterlambatan terjadi karena perubahan fisiologis menyamarkan tanda keganasan.
Tanda-Tanda Penting yang Tidak Boleh Diabaikan
Kisah ini bukan berarti setiap saluran ASI tersumbat adalah kanker. Sebagian besar benjolan pada ibu menyusui memang terkait laktasi dan membaik dengan penanganan tepat.
Ahli kesehatan menyarankan agar benjolan yang tidak membaik dalam dua minggu meski sudah diobati, segera diperiksakan. Pemeriksaan lanjutan seperti USG, mamografi, atau biopsi dapat memastikan penyebab.
Ibu menyusui disarankan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
- Benjolan yang tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu.
- Benjolan semakin membesar atau terasa lebih keras.
- Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk.
- Puting tertarik ke dalam tiba-tiba.
- Keluar cairan bercampur darah dari puting.
- Pembengkakan di area ketiak.
Jika menemukan benjolan saat menyusui, tetap tenang dan lakukan penanganan laktasi. Segera konsultasi ke dokter jika benjolan tidak hilang, membesar, atau disertai tanda peringatan.
>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Papua dan Maluku per 10 Juni 2026
Deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan jiwa.