Pemerintah China mengusir Vivian Wang, jurnalis New York Times (NYT), dari wilayah Tiongkok pada Februari lalu.
Keputusan ini diduga kuat berkaitan dengan wawancara yang dilakukan NYT dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, pada Desember 2025.
>>> Estimasi Pajak Tahunan Honda Brio Satya 2026 di Jabodetabek
Wang telah bekerja di Beijing sebagai koresponden sejak 2022.
NYT melaporkan bahwa Wang tidak terlibat dalam liputan wawancara dengan Lai yang berlangsung di konferensi Times DealBook di New York.
Tekanan terhadap Pers Asing
Langkah ini menjadi contoh terbaru dari tekanan Beijing terhadap koresponden asing. China terus berupaya mengisolasi Taiwan dari panggung internasional.
Sebelum pengusiran, sejumlah pejabat Tiongkok mengeluhkan liputan Wang tentang penyensoran, penanganan pandemi Covid-19, dan perluasan pengawasan negara.
Joseph Kahn, redaktur eksekutif NYT, menyatakan bahwa jumlah koresponden media Amerika yang diizinkan bekerja di China kini sangat rendah.
>>> Penyebab Perut Hitam Setelah Melahirkan dan Cara Memulihkannya
Padahal, kebutuhan masyarakat global untuk memahami China semakin besar.
Klub Wartawan Asing China (FCCC) mengecam serangkaian serangan terhadap kebebasan pers di China. Organisasi itu menyebut penahanan sementara, pencabutan visa, dan intimidasi terhadap mitra wawancara.
Balasan dan Dampak Diplomatik
Sebagai balasan, pemerintahan Donald Trump mencabut visa seorang jurnalis media berbasis di China yang menjadi koresponden di AS.
NYT menegaskan tidak meminta sikap balasan tersebut.
>>> Arsenal vs PSG Perebutkan Gelar Juara Liga Champions 2025-2026
Pengusiran Wang terjadi di tengah upaya China menggunakan taktik baru untuk menekan Taiwan.
Awal tahun ini, China menghalangi perjalanan Lai ke Eswatini dengan meminta tiga negara di Samudra Hindia menolak akses wilayah udara.
Lai juga membatalkan perjalanan ke luar negeri pada Juli lalu setelah pemerintah AS menolak izin singgah. Keputusan itu diambil karena kekhawatiran kunjungannya dapat menggagalkan pembicaraan perdagangan dengan China.
Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia sedang stabil. Awal bulan ini, Xi Jinping memperingatkan Donald Trump bahwa penanganan salah terhadap isu Taiwan dapat memicu konflik.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tidak menyebut Taiwan dalam pidato di Dialog Shangri-La. Ini pertama kalinya dalam satu dekade seorang pimpinan Pentagon tidak membahas Taiwan di forum tersebut.
>>> Baznas Luncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Kuningan
Setelah izin kerja Wang dicabut, China memberinya visa tujuh hari untuk meliput kunjungan Trump ke Beijing. Otoritas kemudian menerbitkan izin jangka pendek agar dia dapat mengemasi barang-barangnya.