Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu (27/5/2026).
Program ini bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan kurban yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
>>> Mitsubishi Hidupkan Kembali SUV Pajero Mulai Musim Gugur 2026
Pemberdayaan menyasar peternak kecil yang selama ini menghadapi keterbatasan modal dan akses pasar.
Program kurban berbasis zakat ini melibatkan puluhan peternak lokal di Kuningan yang mendapatkan pendampingan intensif serta bantuan ratusan ekor ternak untuk dikelola secara gotong royong.
Salah satu peternak mitra binaan, Nasman, mengaku terbantu setelah satu tahun bergabung. Ia bisa menyuplai kebutuhan hewan kurban.
"Di rumah ada 10 ekor dan di sini juga dapat amanat mengelola 10 ekor, sudah laku untuk memenuhi tugas dari Baznas.
Alhamdulillah meski baru satu tahun, kami bisa ikut bantu suplai buat kurban," kata Nasman.
Ketua Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja, Albert Alexander Lumantaw, menjelaskan bahwa program Baznas memberikan kepastian usaha dan distribusi bagi peternak.
Kelompoknya saat ini mengelola ratusan ekor kambing bantuan dari dana zakat. "Peternak sekarang lebih semangat karena ada pendampingan dan pasar yang jelas," ujar Albert.
Penyembelihan Serentak di 103 Titik
Penyembelihan hewan kurban dalam program ini diselenggarakan serentak oleh Baznas RI di 103 titik balai ternak yang tersebar di 15 provinsi.
>>> Polisi Selidiki Temuan Jasad Guru Membusuk di Kos Semarang
Pemerintah Kabupaten Kuningan menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan program pengentasan kemiskinan daerah.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan bahwa esensi kurban melalui program Baznas berperan sebagai instrumen peningkatan kapasitas ekonomi warga.
"Ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi," kata Dian.
Dian menambahkan bahwa nilai-nilai pengorbanan dan kepedulian sosial dalam Idul Adha masih relevan untuk mengatasi pengangguran.
"Ini adalah wujud komitmen kita mengimplementasikan nilai-nilai agama tentang kebersamaan, tentang empati, tentang kepedulian, dan gotong royong," ujarnya.
Bupati berharap Balai Ternak Baznas di Kuningan dapat terus memberikan dampak kesejahteraan berkelanjutan.
"Hari ini, nilai-nilai tentang pengorbanan, tentang keikhlasan, tentang ketaatan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih sangat relevan," kata Dian.
Pemerintah daerah menaruh kepercayaan tinggi pada akuntabilitas pengelolaan program kurban berbasis pemberdayaan desa ini. Dian meyakini keterlibatan Baznas di sektor peternakan rakyat akan mendorong kemandirian ekonomi desa.
>>> Evanti Herawati Kembangkan Usaha Rumahan Lewat Ekosistem Holding Ultra Mikro
"Mudah-mudahan program Balai Ternak yang digagas Baznas ini dapat membantu mengatasi berbagai persoalan yang masih kami hadapi, termasuk kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.