Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek penambahan daya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) tidak akan memicu kelebihan pasokan listrik di Pulau Jawa.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung pada Sabtu, 30 Mei 2026, menyusul berakhirnya status surplus listrik di wilayah tersebut.
>>> BPIP Rilis Tema dan Logo Garuda Utuh untuk Hari Lahir Pancasila 2026
"Itu kan [PLTS] merata seluruh Indonesia, jadi sesuai dengan kebutuhan. Ini masih rekapitulasinya terlebih dahulu," ungkap Yuliot di Kantor Kementerian ESDM.
Percepatan Tahap Awal 17 GW
Pemerintah kini memprioritaskan percepatan tahap awal proyek sebesar 17 GW.
Langkah ini dibarengi dengan pembangunan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) berkapasitas sekitar 33 GW untuk menjaga stabilitas pasokan.
"Kebutuhan yang ini kan kita percepatan yang pertama 17 GW terlebih dulu. Dan juga ada battery energy storage atau BESS yang kita bangun sekitar 33 GW," kata Yuliot.
>>> Keluarga Tewas di Tenda saat Berkemah Akibat Keracunan Gas Karbon Monoksida
Terkait ketersediaan lahan di Pulau Jawa, pemerintah telah mengalokasikan area seluas 24.000 hektare. Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan.
"Jadi 24.000 hektare ini kita akan melakukan verifikasi bersama [Kementerian] ATR BPN, Kementerian SDM dan juga PLN, di Pulau Jawa," ungkapnya.
Surplus Listrik Berakhir
Kelebihan kapasitas listrik di sistem Jawa-Bali sebelumnya sempat mencapai puncaknya pada 2024 dengan surplus sekitar 4 GW. Kondisi itu memaksa penundaan jadwal operasional sejumlah pembangkit.
Namun, lonjakan konsumsi pascapandemi dan pertumbuhan pusat data membuat status oversupply tersebut resmi berakhir pada periode 2025-2026.
Proyek ambisius ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam forum regional ASEAN di Filipina pada Kamis, 7 Mei 2026.
>>> Asus Luncurkan ROG Rapture GT-BN98 Pro, Router Wi-Fi 8 Pertama di Dunia
"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW.
Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita," ungkap Prabowo di Cebu, Filipina.
Kepala negara juga mengingatkan pentingnya akselerasi pemanfaatan sumber energi alternatif demi masa depan.
"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu.
>>> Kader PDI Perjuangan Bagikan Daging Kurban untuk Wong Cilik
Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan," tambahnya.