Liburan keluarga yang seharusnya penuh kebahagiaan berakhir tragis. Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya keracunan gas di ruang tertutup. Korban diduga menghirup gas karbon monoksida dari kompor yang menyala di dalam tenda tanpa ventilasi.
>>> Asus Luncurkan ROG Rapture GT-BN98 Pro, Router Wi-Fi 8 Pertama di Dunia
Penyebab Keracunan Gas
Penyebab utama bukan kebocoran tabung gas, melainkan proses pembakaran dan kurangnya sirkulasi udara. Gas beracun terjebak di dalam tenda dan terhirup penghuninya.
Menurut dr. Robby Firmansyah Murzen, paparan karbon monoksida mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen. Gas ini lebih mudah terikat dengan hemoglobin dibanding oksigen.
>>> Kader PDI Perjuangan Bagikan Daging Kurban untuk Wong Cilik
Akibatnya, darah membentuk carboxyhaemoglobin (COHb). Semakin banyak COHb, semakin sedikit oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh.
Kondisi ini menyebabkan hipoksia, yaitu kekurangan oksigen di jaringan tubuh. Hipoksia dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
>>> Phillies Andalkan Zack Wheeler Hadapi Dodgers di Laga Pembuka
Bahaya Hipoksia
Hipoksia memicu kerusakan sel secara masif pada sistem organ. Sel-sel otak bisa mati setelah kehilangan oksigen selama lima menit.
Kematian sel otak dapat menyebabkan koma, disabilitas permanen, hingga kematian. Organ vital lain seperti jantung, ginjal, dan hati juga bisa mengalami kegagalan fungsi.
>>> Program EQUAL Latih 112 Ribu Penyandang Disabilitas dan Perempuan di Indonesia
Pada kondisi darurat, situasi dapat memburuk dengan cepat menjadi syok berat dan henti napas. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan ventilasi yang baik saat berkemah.