⌂ Beranda News Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Masa Akibat Volatilitas Tinggi

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Masa Akibat Volatilitas Tinggi

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Masa Akibat Volatilitas Tinggi
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menurun
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali merosot hingga menyentuh level terendah sepanjang masa di pasar spot pada sesi perdagangan Jumat pagi, 29 Mei 2026.

Pelemahan mata uang garuda sebesar 0,4 persen tersebut membawa rupiah ke posisi Rp17.865 per dolar AS pada pukul 09:58 WIB, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

>>> Boca Juniors Rombak Skuad Besar-besaran Usai Tersingkir dari Copa Libertadores

Gejolak ini diproyeksikan masih akan terus berlanjut ke rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS, mengikuti tren pergerakan luar negeri yang sempat mendekati level psikologis Rp17.984 pada hari sebelumnya.

Kondisi pasar yang tidak menentu ini telah mendorong Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada bulan ini.

>>> Transvision Tawarkan Diskon 20 Persen Lewat Allo Paylater Manfaatkan Libur Panjang

Proyeksi Kenaikan Suku Bunga Lebih Lanjut

Ekonom UBS Grace Lim memperkirakan Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin pada Juni dan Agustus mendatang karena tekanan yang belum mereda.

Beberapa faktor utama dinilai menjadi pemicu berlanjutnya tekanan terhadap mata uang nasional, termasuk kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan fiskal domestik.

>>> Claude Lemieux, Legenda NHL Peraih Empat Stanley Cup, Meninggal di Florida

"Yakni ketidakpastian kebijakan, kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan fiskal, serta volatilitas arus modal asing," kata Lim dalam catatannya.

Kebijakan internal pemerintah juga turut memengaruhi sentimen negatif pasar, terutama terkait regulasi perdagangan internasional yang memicu spekulasi mengenai peningkatan intervensi negara.

>>> Rupiah Menguat ke Level Rp17.827 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Lim menambahkan, salah satu sumber ketidakpastian terbaru adalah rencana pemerintah untuk melakukan sentralisasi ekspor komoditas, yang memunculkan kekhawatiran pasar mengenai meningkatnya intervensi negara dalam aktivitas ekonomi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru