⌂ Beranda News OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Lindungi Pengguna dari Serangan Prompt Injection
News

OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Lindungi Pengguna dari Serangan Prompt Injection

Ilustrasi fitur Lockdown Mode OpenAI untuk keamanan siber
Ilustrasi fitur Lockdown Mode OpenAI untuk keamanan siber
A A Ukuran Teks16px

OpenAI meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama Lockdown Mode pada Senin (8/6/2026). Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan siber berupa injeksi perintah (prompt injection).

Lockdown Mode bekerja dengan membatasi ruang operasional secara ketat.

Saat diaktifkan, pencarian web langsung dinonaktifkan dan sistem hanya dapat mengakses konten cache atau data yang disalin sementara di perangkat.

Fitur ini secara otomatis menghentikan pengambilan gambar dari web, riset mendalam, dan fungsi Mode Agen.

Namun, OpenAI mengakui bahwa ChatGPT masih memiliki celah kerentanan terhadap manipulasi instruksi melalui media lain.

Serangan injeksi perintah tetap berpotensi menembus pertahanan digital lewat perantara ekosistem berbeda.

Manipulasi dapat muncul dalam konten web yang di-cache atau file yang diunggah, dan masih dapat memengaruhi perilaku atau keakuratan respons.

Target Pengguna Spesifik

Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua pengguna.

Fitur ini dirancang untuk individu dan organisasi yang menangani data sensitif dan menginginkan perlindungan lebih ketat dari risiko kebocoran data terkait injeksi cepat.

OpenAI meluncurkan Lockdown Mode secara selektif untuk akun ChatGPT Business self-serve serta akun pribadi yang memenuhi kualifikasi.

Peluncuran terbatas ini diharapkan memberikan rasa aman lebih bagi pelaku industri yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam operasional bisnis harian.

📰 Update Terbaru