OpenAI meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama Lockdown Mode pada Senin (8/6/2026). Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan siber berupa injeksi perintah (prompt injection).
Lockdown Mode bekerja dengan membatasi ruang operasional secara ketat.
>>> Kemenpar Integrasikan Kecerdasan Buatan MaiA dalam Ekosistem Digital Pariwisata
Saat diaktifkan, pencarian web langsung dinonaktifkan dan sistem hanya dapat mengakses konten cache atau data yang disalin sementara di perangkat.
Fitur ini secara otomatis menghentikan pengambilan gambar dari web, riset mendalam, dan fungsi Mode Agen.
Namun, OpenAI mengakui bahwa ChatGPT masih memiliki celah kerentanan terhadap manipulasi instruksi melalui media lain.
>>> Chandra Asri Pacific Tingkatkan Saham Publik Jadi 25,7 Persen
Serangan injeksi perintah tetap berpotensi menembus pertahanan digital lewat perantara ekosistem berbeda.
Manipulasi dapat muncul dalam konten web yang di-cache atau file yang diunggah, dan masih dapat memengaruhi perilaku atau keakuratan respons.
>>> Israel Serang Iran, Abaikan Peringatan Trump untuk Menahan Diri
Target Pengguna Spesifik
Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua pengguna.
Fitur ini dirancang untuk individu dan organisasi yang menangani data sensitif dan menginginkan perlindungan lebih ketat dari risiko kebocoran data terkait injeksi cepat.
OpenAI meluncurkan Lockdown Mode secara selektif untuk akun ChatGPT Business self-serve serta akun pribadi yang memenuhi kualifikasi.
>>> Garena Bagikan Kode Redeem Free Fire 8 Juni 2026 untuk Klaim Item Langka
Peluncuran terbatas ini diharapkan memberikan rasa aman lebih bagi pelaku industri yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam operasional bisnis harian.