⌂ Beranda News Hasil Asesmen Akademik Harus Jadi Dasar Perbaikan Sistem Pendidikan

Hasil Asesmen Akademik Harus Jadi Dasar Perbaikan Sistem Pendidikan

Hasil Asesmen Akademik Harus Jadi Dasar Perbaikan Sistem Pendidikan
Ilustrasi asesmen akademik siswa
A A Ukuran Teks16px

Lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP se-Indonesia telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Hasil asesmen ini harus menjadi dasar kebijakan perbaikan sistem pendidikan ke depan.

>>> GIIAS 2026 Hadirkan Lebih dari 60 Merek Otomotif Global

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan komitmen bersama untuk mewujudkan hal tersebut. "Data rinci hingga tingkat sekolah dan kompetensi individu sudah di tangan.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita semua—pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua—benar-benar siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan?"

ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat partisipasi TKA SD-SMP mencapai 98,51 persen secara nasional. Provinsi terendah tetap di atas 95 persen.

Data ini bukan sekadar angka, melainkan peta kelemahan dan kekuatan sistem pendidikan.

Hasilnya: literasi nasional rata-rata 60 (SD) dan 60,83 (SMP), sementara numerasi hanya 43,41 (SD) dan 40,34 (SMP).

>>> Akamai Technologies Akuisisi LayerX Senilai Rp3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI

Intervensi Presisi Berbasis Data

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, memastikan data tersebut akan menjadi pijakan kebijakan berbasis bukti.

Rerie, sapaan Lestari Moerdijat, mengatakan temuan hasil asesmen bukan untuk membandingkan sekolah atau daerah, tetapi untuk mendesain intervensi yang presisi.

Ia mencontohkan bila di suatu kabupaten numerasi siswa anjlok sementara literasi baik, maka bimbingan teknis guru, distribusi alat peraga, dan metode pembelajaran harus segera disesuaikan.

"Tidak boleh ada kebijakan yang seragam untuk masalah yang berbeda-beda," ujar anggota Komisi X DPR RI itu.

Rerie mendorong pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan anggaran tidak hanya untuk tes, tetapi untuk program remedial berbasis data.

>>> Cara Cek Dana PIP Mei 2026 Lewat HP via SIPINTAR, Ini Besarannya

"Jangan sampai biaya besar untuk pemetaan, tapi tindak lanjutnya minim," tegasnya.

Satuan pendidikan dan guru wajib mengubah pendekatan dari mengejar nilai menjadi membangun kompetensi dan karakter.

"Evaluasi bagi para guru harus didorong untuk menumbuhkan nalar siswa bukan sekadar hafalan, serta menanamkan kejujuran atau integritas," jelas Rerie.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mendorong orang tua mendukung proses belajar yang bermakna di rumah, tidak terpaku pada peringkat.

Selain itu, mengawal kebijakan yang diterapkan agar tidak mandek di atas kertas.

"Sistem pendidikan kita butuh komitmen kolektif yang kuat untuk menjalankan kebijakan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan ambisi sesaat.

>>> Cara Cek Status Penerima Bansos BPNT Tahap 2 2026 Rp600 Ribu via HP

TKA sudah memberi kita peta jalan, sekarang kita semua harus berani melangkah," ujar Rerie.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru