⌂ Beranda News Rusia Buka Penawaran Obligasi Pemerintah Berdenominasi Yuan China

Rusia Buka Penawaran Obligasi Pemerintah Berdenominasi Yuan China

Rusia Buka Penawaran Obligasi Pemerintah Berdenominasi Yuan China
Ilustrasi obligasi pemerintah Rusia dalam yuan China
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Rusia resmi membuka penawaran untuk penerbitan kedua obligasi negara dalam denominasi yuan China pada Kamis, 28 Mei 2026.

Langkah ini diambil setelah Presiden Vladimir Putin menyelesaikan pertemuan bilateral di Beijing pekan lalu.

>>> GIIAS 2026 Hadirkan Lebih dari 60 Merek Otomotif Global

Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan penawaran surat utang berjangka waktu 10 tahun ini akan dikumpulkan hingga pukul 15.00 waktu Moskow.

Batas atas tingkat kupon yang ditetapkan pemerintah untuk instrumen ini berada di angka maksimal 8 persen.

Aksi korporasi negara ini menjadi bagian dari strategi Moskow untuk mencari sumber pendanaan alternatif.

>>> Akamai Technologies Akuisisi LayerX Senilai Rp3 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI

Penjualan obligasi lokal dalam mata uang yuan pertama kali dilakukan tahun lalu dengan total perolehan mencapai 20 miliar yuan atau setara US$2,9 miliar dalam dua tahap.

Dana yang terkumpul dialokasikan untuk menambal defisit anggaran belanja yang membengkak akibat tingginya pengeluaran militer dan penurunan pendapatan sektor minyak.

Kesenjangan fiskal Rusia melebar hingga kisaran 2,5 persen pada empat bulan pertama tahun ini, melampaui target awal sebesar 1,6 persen dari produk domestik bruto.

Kementerian Keuangan Rusia menyebutkan bahwa pembelian obligasi dan pembayaran kupon utang baru tersebut dapat diakses dalam bentuk yuan China maupun rubel Rusia.

>>> Cara Cek Dana PIP Mei 2026 Lewat HP via SIPINTAR, Ini Besarannya

Pilihan denominasi transaksi dikembalikan sepenuhnya kepada preferensi para investor.

Hubungan ekonomi antara Rusia dan China kian erat sejak Moskow menerima sanksi Barat pasca invasi ke Ukraina.

Penjualan obligasi berdenominasi yuan ini sebenarnya telah dipertimbangkan sebelum sanksi berlaku, sebagai upaya membentuk kurva imbal hasil acuan dan mempermudah pendanaan korporasi.

>>> Cara Cek Status Penerima Bansos BPNT Tahap 2 2026 Rp600 Ribu via HP

Bersamaan dengan itu, dua obligasi dolar pemerintah senilai US$3 miliar dijadwalkan jatuh tempo pada 27 Mei 2026.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru