Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mengalami penguatan tajam pada Kamis (28/5/2026). Mata uang Paman Sam tersebut sempat menyentuh level Rp 17.949.
Data Investing mencatat pergerakan harian dolar AS berada di rentang Rp 17.772 hingga Rp 17.995.
>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S26 Ultra untuk Kreator Konten di Indonesia
Sementara itu, Google Finance menunjukkan level Rp 17.904 pada pukul 04.00 UTC, sebelum berbalik ke Rp 17.850 atau menguat 0,37 persen.
Faktor Eksternal dan Domestik
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh faktor eksternal dan internal yang terjadi bersamaan.
>>> Cara Bayar Netflix, Spotify, dan Layanan Digital Lainnya Pakai DANA
Dari luar negeri, memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah mengancam jalur minyak Selat Hormuz.
>>> Hukum Suami Berutang Tanpa Izin Istri: Pandangan Islam dan Aturan Negara
Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral AS turut mendorong arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, tekanan bertambah akibat tingginya kebutuhan dolar AS untuk impor minyak, pembayaran dividen, dan pelunasan utang luar negeri yang jatuh tempo.
>>> DJP Banten dan Sulselbartra Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak
"BI sudah melakukan intervensi semaksimal mungkin, tetapi tekanan pasar memang masih cukup besar," kata Ibrahim Assuaibi.