⌂ Beranda News Studi Ungkap Bayi 15 Bulan Mampu Rasakan Emosi Marah dan Sedih Orang Tua

Studi Ungkap Bayi 15 Bulan Mampu Rasakan Emosi Marah dan Sedih Orang Tua

Studi Ungkap Bayi 15 Bulan Mampu Rasakan Emosi Marah dan Sedih Orang Tua
Bayi dan orang tua berinteraksi
A A Ukuran Teks16px

>>> Pemerintah Terapkan Bea Masuk Pengamanan untuk Impor Benang Sintetik

Tetapi sekarang kami mulai melihat bahwa kemampuan mereka lebih dari itu," imbuh Koenig.

Melalui interaksi harian, bayi mempelajari banyak hal tentang emosi diri sendiri sekaligus membaca karakter orang lain lewat cara mereka mengekspresikan perasaan.

Reaksi Bayi Terhadap Perubahan Emosi

Pada eksperimen kedua, Eksperimenter membiarkan bayi memainkan mainan menarik terlebih dahulu sebelum Emoter meminta giliran bermain dengan ekspresi netral.

Hasilnya menunjukkan sebanyak 69 persen bayi yang sebelumnya melihat Emoter marah langsung menyerahkan mainan tersebut.

Sebaliknya, hanya ada 46 persen bayi dari kelompok paparan emosi netral yang mau berbagi mainan. Studi ilmiah ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal Infancy.

Panduan Mengelola Emosi bagi Orang Tua

Para ibu tidak perlu panik apabila tidak sengaja meluapkan kemarahan atau membentak di depan anak. Saat kehilangan kendali diri, langkah terbaik adalah segera menenangkan emosi kembali.

Orang tua disarankan memperlihatkan cara pengelolaan emosi yang sehat di depan anak, contohnya dengan menarik napas dalam-dalam lalu meminta maaf secara langsung.

Ibu bisa memberikan penjelasan sederhana seperti meminta maaf karena telah berteriak akibat merasa marah dan kehilangan kesabaran.

Mengidentifikasi perasaan serta mengakui kekeliruan menjadi bagian penting dalam metode pengasuhan.

>>> Saham BREN Berpeluang Menguat ke Target Harga Tinggi Pasca Keluar dari MSCI

Langkah selanjutnya adalah memberikan kasih sayang dan dekapan hangat setelah ketegangan mereda untuk memastikan anak kembali merasa aman sekaligus dicintai.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru