⌂ Beranda News Kemenaker Naikkan Kuota Program Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta

Kemenaker Naikkan Kuota Program Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta

Kemenaker Naikkan Kuota Program Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta
Ilustrasi program magang nasional Kemenaker 2026
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meningkatkan kuota peserta program magang nasional tahun 2026 sebesar 50 persen. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi 150 ribu lulusan baru memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa penambahan alokasi dilakukan karena tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut. Program magang dinilai menjadi modal krusial bagi para lulusan baru.

>>> Kubu PB XIV Purbaya Gelar Grebeg Besar Idul Adha di Solo

"Arahan Bapak Presiden untuk 2026 kita sudah bisa menyiapkan pelaksanaan magang bagi sebanyak 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu," ujar Yassierli.

Pelaksanaan Tiga Gelombang

Program magang nasional 2026 akan diselenggarakan secara bertahap melalui tiga gelombang. Masing-masing tahapan ditargetkan dapat menampung hingga 50 ribu orang lulusan baru.

Gelombang pertama dijadwalkan mulai berjalan pada Juni mendatang. Pendanaan upah peserta bersumber sepenuhnya dari APBN setelah disepakati bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan.

"Untuk uang sakunya tetap sama, yakni sebesar upah minimum di masing-masing lokasi magang. Apakah menggunakan upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi.

Khusus Jakarta menggunakan upah minimum provinsi, sedangkan daerah lain mengikuti upah minimum kabupaten/kota," jelas Yassierli.

>>> Kumpulan Ucapan Idul Adha 2026 Islami yang Menyentuh Hati

Sebelumnya, program tahun 2025 telah resmi berakhir pada 26 Mei 2026 dengan total peserta sekitar 76 ribu orang.

Jumlah itu terdiri dari 14 ribu orang pada gelombang pertama dan 62 ribu orang pada gelombang kedua.

Pemerintah menilai tingginya partisipasi ini membuktikan ketertarikan generasi muda untuk mematangkan kesiapan kerja di ekosistem industri.

"Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif," kata Yassierli.

>>> Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Anggaran Sapi Kurban Presiden Prabowo

Kemenaker juga memfasilitasi sertifikasi kompetensi opsional melalui pengujian langsung secara luring di berbagai balai pelatihan sesuai standar baku.

Hal ini untuk memperkuat kecakapan peserta.

Berdasarkan evaluasi gelombang pertama, sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas, 14 persen cukup puas, dan hanya 0,7 persen yang merasa tidak puas.

Respons positif juga ditunjukkan oleh 4 ribu perusahaan mitra dengan tingkat kepuasan mencapai 81 persen serta penilaian negatif 0,4 persen.

Efektivitas program terlihat dari 35 persen peserta gelombang pertama yang langsung mendapatkan tawaran kontrak kerja di tempat magang.

>>> Komdigi Tetapkan Skema Flat Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

"Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja," pungkas Yassierli.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru