Otoritas China mengeksekusi Xu Yao pada Selasa (21/5) karena terbukti membunuh rekan kerjanya, miliarder dan taipan game Lin Qi.
Xu Yao dihukum mati atas pembunuhan berencana terhadap pendiri Yoozoo Games, perusahaan pengembang game yang berbasis di Shanghai.
>>> Amazfit Bip Max Resmi Meluncur di Indonesia dengan Layar AMOLED 2,07 Inci
Motif dan Kronologi Pembunuhan
Pembunuhan dipicu oleh rasa ketidakpuasan Xu Yao terhadap keputusan bisnis Lin Qi. Korban telah memindahkan posisi Xu Yao dari pimpinan anak perusahaan ke posisi eksekutif lain.
Xu Yao menyamarkan zat beracun ke dalam bentuk pil probiotik lalu memberikannya kepada Lin Qi.
>>> Menteri Keuangan Purbaya Batal Naik Haji, Alihkan Anggaran untuk Beli Sapi Kurban
Korban merasa tidak enak badan dan dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal sembilan hari kemudian pada usia 39 tahun.
Polisi Shanghai menangkap Xu Yao beberapa hari setelah korban dirawat. Pengadilan China menjatuhkan vonis hukuman mati pada tahun 2024 karena menilai taktik pembunuhan sangat keji.
Sebelum insiden, Xu Yao sempat membantu Lin Qi mengamankan kesepakatan dengan Netflix untuk mengadaptasi novel fiksi ilmiah "3 Body Problem".
>>> Jared McCain Bawa Thunder Ungguli Spurs di Game 5 Final Wilayah Barat
Proyek tersebut sukses menjadi salah satu tayangan paling banyak ditonton pada tahun 2024.
Perusahaan Yoozoo Games menyatakan bahwa penegakan hukum ini memberikan kepastian keadilan bagi mendiang pendiri mereka.
>>> Kenali 8 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim
"Kami sangat berduka atas kepergian Bapak Lin dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarganya," tulis perusahaan itu.