Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026.
Mata uang Garuda menembus level psikologis baru di Rp 17.833 per dolar AS.
>>> Komdigi Siapkan Mitigasi Jaringan Internet di Siau Tagulandang Biaro dan Sangihe
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka merosot 37,50 poin atau 0,21 persen. Posisi ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya saat rupiah ditutup melemah 52 poin.
Faktor Geopolitik dan Penguatan Dolar
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik Iran kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar global.
Langkah militer AS di wilayah Iran dinilai memperkecil harapan penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Situasi ini juga berdampak pada jalur pelayaran Selat Hormuz.
>>> Kemensos Terapkan Aturan Baru Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026
Indeks dolar AS tercatat naik tipis 0,03 persen ke level 99.136. Dolar AS sebagai aset aman tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
Di kawasan Asia, yen Jepang bergerak mendekati level terendah dalam sebulan terakhir.
Yen sedikit menguat ke 159,20 per dolar AS, namun masih dekat dengan batas krusial 160 yang berpotensi memicu intervensi.
>>> Yadea Sediakan Unit Test Ride Motor Listrik GS70 di Dealer Resmi
Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda menyampaikan pandangan hati-hati. Dampak kenaikan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah diperkirakan masih berlanjut.
Mata uang euro sedikit melemah ke US$ 1,1638 per dolar AS.
Sementara dolar Australia bertahan mendekati posisi tertinggi beberapa pekan di US$ 0,7177 menjelang rilis data inflasi.
>>> 5 Film Bioskop Terbaru Tayang 27 Mei 2026 Sambut Iduladha
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan risiko geopolitik yang menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah dan mata uang emerging market lainnya.