⌂ Beranda News Pemerintah Serap Rp38,85 Triliun dari Lelang SUN, Yield Naik

Pemerintah Serap Rp38,85 Triliun dari Lelang SUN, Yield Naik

Pemerintah Serap Rp38,85 Triliun dari Lelang SUN, Yield Naik
Ilustrasi lelang Surat Utang Negara (SUN) Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp38,85 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar kemarin.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan lelang sebelumnya yang hanya mencapai Rp30,30 triliun.

>>> Tim Tinju AS Borong 13 Medali di Copa America 2026

Total penawaran yang masuk mencapai Rp57,3 triliun, naik 11,5% dari lelang sebelumnya sebesar Rp51,39 triliun.

Lonjakan ini menunjukkan minat investor yang masih tinggi terhadap SUN Indonesia.

Kenaikan Yield di Tengah Tekanan Eksternal

Meski permintaan meningkat, investor menuntut kompensasi yield yang lebih tinggi, terutama pada tenor pendek dan menengah.

Kenaikan yield ini seiring dengan tekanan pada nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap sektor fiskal.

>>> Kemenkeu Usul Kuota 1.000 Mahasiswa Baru PKN STAN 2026

Pada seri SPN tenor pendek, yield naik 35 basis poin (bps) menjadi 6,5% dari sebelumnya 6,15%.

Sementara itu, yield seri FR0105 naik 5 bps menjadi 6,97% dari 6,92%.

Pemerintah memanfaatkan tingginya penawaran untuk memperbesar penyerapan, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan yang semakin agresif di tengah tekanan fiskal dan pelebaran defisit transaksi berjalan.

Penurunan Rasio Penawaran Seri Tenor Panjang

Bid-to-cover ratio untuk seri FR0109 mengalami penurunan drastis dari 4,47 kali pada lelang sebelumnya menjadi hanya 1,4 kali.

>>> Magma Entertainment Rilis Film Badut Gendong, Perluasan Universe Qodrat

Meski demikian, pemerintah tetap memenangkan nominal besar pada seri acuan tenor 5 tahun ini, yaitu Rp14,45 triliun, naik dari Rp3,35 triliun.

Penyerapan agresif juga terjadi pada seri FR0106 yang naik menjadi Rp5 triliun dari Rp4,45 triliun.

Sebaliknya, pemerintah mengurangi penyerapan pada tenor ultra-panjang seperti seri FR0105 (tenor 38 tahun) menjadi Rp2 triliun dari sebelumnya Rp3,1 triliun.

Langkah ini menunjukkan pemerintah lebih berhati-hati terhadap biaya utang jangka panjang.

>>> Presiden Prabowo Atur Pencairan Gaji ke-13 ASN Mulai Juni 2026

Yield yang diminta pasar pada tenor ultra-panjang hampir menyentuh 7%, berisiko mengunci biaya utang tinggi selama puluhan tahun.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru