⌂ Beranda News Iman Pambagyo: ASEAN Butuh Kepemimpinan Kuat untuk Bangkit

Iman Pambagyo: ASEAN Butuh Kepemimpinan Kuat untuk Bangkit

Iman Pambagyo: ASEAN Butuh Kepemimpinan Kuat untuk Bangkit
Pertemuan pemimpin ASEAN
A A Ukuran Teks16px

Kawasan ASEAN dinilai memerlukan kepemimpinan yang kuat agar bisa bangkit kembali sebagai penghubung ekonomi strategis antarnegara.

Hal ini mengemuka dalam diskusi Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026).

>>> Prabowo Subianto Salurkan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Indonesia

Mantan Duta Besar Indonesia untuk WTO periode 2014-2015, Iman Pambagyo, menjelaskan bahwa integritas regional ASEAN saat ini berada pada level terendah.

Kondisi tersebut dipicu oleh tantangan pandemi Covid-19 dan perang dagang dunia.

"Saya lebih suka berpikir bahwa ASEAN belum selesai. Ada potensi ASEAN akan bangkit kembali sebagai grup, tapi ini akan membutuhkan kepemimpinan yang kuat," kata Iman.

Faktor eksternal membuat negara-negara anggota cenderung mengambil langkah mandiri untuk menyelamatkan perekonomian masing-masing. Pendekatan yang berbeda-beda terhadap Amerika Serikat memperparah situasi kebersamaan kawasan.

>>> Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Juni 2026, Ada Potensi Long Weekend

"Lalu yang kita lihat hari ini adalah ASEAN yang rusak," ungkap Iman.

Iman menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran krusial tersebut. Penguatan kepemimpinan domestik dinilai mampu menggerakkan kembali roda integrasi kawasan yang sempat melambat.

Integrasi ASEAN yang Dangkal

Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, menyoroti pertumbuhan ekonomi global selama 50 tahun terakhir yang ditopang keterbukaan investasi.

Ia memproyeksikan teknologi digital akan mendominasi kompetensi negara-negara untuk setengah abad berikutnya.

>>> Pemkab Lombok Tengah Izinkan Pembukaan Kembali Puluhan Gerai Ritel

"Secara strategis, ASEAN memiliki kemampuan untuk tidak hanya menjadi pasar, melainkan juga pusat manufaktur dan jembatan geopolitik," ungkap Lili.

Saat ini kawasan Asia Tenggara menjadi rumah bagi 690 juta penduduk dengan total produk domestik bruto mencapai US$ 4,1 triliun.

Nilai ekonomi tersebut sudah melampaui capaian ekonomi India maupun Inggris.

"Namun demikian, ASEAN saat ini tengah mengalami kedangkalan integrasi," ungkap Lili.

>>> Hasil TKA SD dan SMP 2026 Diumumkan Mulai 25 Mei

Persoalan pendangkalan hubungan ini memerlukan pembahasan mendalam lebih lanjut oleh para anggota. Langkah konkret penyelesaian masalah integrasi menjadi agenda penting demi merealisasikan seluruh potensi ekonomi yang ada.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru