⌂ Beranda News Lemhannas dan IFG Siapkan Pemimpin Berkarakter Kebangsaan

Lemhannas dan IFG Siapkan Pemimpin Berkarakter Kebangsaan

Lemhannas dan IFG Siapkan Pemimpin Berkarakter Kebangsaan
Suasana Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lemhannas RI
A A Ukuran Teks16px

Indonesia Financial Group (IFG) bersama anggota holding memperkuat komitmen mencetak kepemimpinan nasional yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 118 Kolaboratif Tahun 2026 yang digelar Lemhannas RI.

>>> 7 Resep Menu Hemat Keluarga yang Lezat dan Praktis untuk Bunda

Pada tahun ini, BUMN Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi tersebut mendaftarkan 43 peserta untuk mengikuti program pembinaan.

Strategi Jangka Panjang IFG

Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang IFG dalam melahirkan talenta masa depan yang mampu mendongkrak daya saing korporasi sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

Kualitas kepemimpinan dinilai menjadi pilar krusial bagi keberlanjutan roda organisasi dan menyokong agenda besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan apresiasi atas komitmen IFG yang konsisten berpartisipasi dalam program tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara Lemhannas RI dan IFG menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin yang mampu mengintegrasikan kepentingan korporasi dengan kepentingan nasional.

"Kami mengapresiasi komitmen IFG dan anggota holding yang secara konsisten mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan.

>>> Pratama Arhan dan Inka Andestha Tunjukkan Kedekatan di TikTok

Melalui program ini, kami berharap para peserta dapat memperkuat karakter kebangsaan, integritas, dan kapasitas kepemimpinan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global," ujar Ace.

Ia menambahkan, kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan dan mampu berkolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat ketahanan nasional, termasuk ketahanan ekonomi, serta mendukung Indonesia Emas 2045.

Direktur SDM IFG, Rizal Ariansyah, menyatakan bahwa lonjakan jumlah utusan setiap tahun merefleksikan keseriusan holding dalam menyusun kaderisasi pemimpin yang seimbang antara kapasitas profesional dan karakter kebangsaan.

"Peningkatan jumlah peserta yang mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bukan sekadar angka.

Di baliknya terdapat komitmen yang konsisten dari IFG untuk menyiapkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, integritas tinggi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ujar Rizal.

Ia menekankan bahwa pemimpin masa depan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan korporasi dan kepentingan nasional.

>>> Oppo A55 5G Rp1 Jutaan di 2026: Masih Layakkah?

Kemitraan strategis antara IFG dan Lemhannas RI telah diinisiasi sejak tahun 2023.

Pada tahun pertama, IFG mendelegasikan 14 peserta dari lini manajemen senior, disusul 10 peserta pada tahun 2024, hingga melesat menjadi 43 peserta pada tahun 2026.

PPNK Angkatan 118 Tahun 2026 mengusung tema "Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dengan Meningkatkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045."

Fokus tersebut dinilai kontekstual dalam menjawab tantangan kontemporer, mulai dari pergolakan geopolitik global, akselerasi transformasi digital, hingga pergeseran peta ekonomi yang menuntut ketajaman visi pemimpin.

Agenda ini juga selaras dengan prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama pada aspek penyiapan SDM unggul, penguatan ideologi Pancasila, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta soliditas nasional.

Sebagai holding, IFG memikul mandat strategis dalam menopang stabilitas ekonomi lewat manajemen risiko, proteksi, penguatan penjaminan, dan optimalisasi investasi berkelanjutan.

>>> Qatar Komit Investasi US$4 Miliar ke Indonesia, Siap Perkuat Sektor Strategis

Manajemen meyakini performa jangka panjang perusahaan tidak semata bertumpu pada formula bisnis dan indikator finansial, melainkan pada integritas karakter para pemimpinnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru