⌂ Beranda News Dinas Pendidikan Jatim dan Surabaya Matangkan Persiapan SPMB 2026

Dinas Pendidikan Jatim dan Surabaya Matangkan Persiapan SPMB 2026

Dinas Pendidikan Jatim dan Surabaya Matangkan Persiapan SPMB 2026
Persiapan SPMB 2026 di Jawa Timur dan Surabaya
A A Ukuran Teks16px

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya terus mematangkan kesiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Langkah ini dilakukan melalui sejumlah tahapan krusial dan penerapan regulasi baru yang mulai berlaku akhir Mei 2026.

>>> Budaya Nusantara Memukau dalam Penutupan Magang Daring ASEAN 2026

Tujuannya adalah memastikan pemenuhan hak pendidikan yang adil, transparan, dan merata bagi seluruh calon peserta didik baru di tingkat SMA, SMK, maupun SMP Negeri.

Tahapan SPMB untuk SMA/SMK di Jawa Timur

Untuk jenjang SMA/SMK di Jawa Timur, tahapan saat ini memasuki pembetulan nilai rapor oleh kepala SMP dan verifikasi dokumen oleh operator sekolah.

Setelah itu, proses berlanjut ke pengambilan PIN secara daring pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengingatkan calon siswa untuk terus memantau perkembangan melalui kanal resmi.

Ia juga meminta para calon siswa menyiapkan berkas administrasi seperti kartu keluarga, rapor, dan surat keterangan domisili.

Aries mengimbau orang tua agar mengikuti mekanisme yang berlaku secara bijak dan tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan di luar sistem resmi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menyelenggarakan seleksi yang bersih demi pemerataan akses sekolah negeri.

>>> Kejagung Selidiki Manipulasi Harga Ekspor Minyak Sawit Mentah

Proses administrasi ini dipandang bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan ikhtiar besar membangun keadilan sosial bagi masyarakat Jawa Timur.

Skema Baru Jalur Prestasi SMP Negeri di Surabaya

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya menerapkan skema penilaian baru untuk jalur prestasi jenjang SMP Negeri yang memiliki porsi kuota 35 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa kejuaraan berjenjang dari pemerintah mendapatkan poin lebih besar karena proses seleksi yang ketat.

Jenjang tersebut dimulai dari tingkat kecamatan, naik ke kota, provinsi, hingga nasional.

Kuota jalur prestasi di Surabaya dibagi menjadi tiga subjalur: nilai prestasi akademik 20 persen, jalur perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci 3 persen.

Perubahan signifikan terjadi pada subjalur prestasi akademik yang kini mengombinasikan nilai rapor dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot masing-masing 60 persen dan 40 persen.

>>> Airlangga Pastikan PPh Devisa Hasil Ekspor SDA Dibebaskan

Pengumuman hasil TKA dijadwalkan pada 26 Mei agar orang tua dan calon peserta didik dapat mengukur peluang kelulusan secara realistis.

Skema pengondisian urutan seleksi mendahulukan jalur perlombaan dan penghafal kitab suci guna memaksimalkan kesempatan para pendaftar.

Dengan demikian, pendaftar yang belum beruntung di jalur tersebut masih bisa memanfaatkan akumulasi nilai rapor dan TKA.

Di sisi legislatif, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma, mendorong pemenuhan fasilitas dan sumber daya pendidik.

Ia menyebutkan kebutuhan guru di Surabaya mencapai 3.000 orang untuk jenjang SD dan SMP.

Dewan juga mendukung ketegasan pemerintah dalam memproses ulang pembangunan tiga gedung SMP Negeri baru demi jaminan mutu struktur bangunan jangka panjang.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Surabaya, total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 42 ribu kursi, yang mencukupi kebutuhan sekitar 41 ribu lulusan SD tahun ini.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Melalui KKS dan PT Pos Indonesia

Pendaftaran jalur prestasi kategori nilai akademik untuk SMPN di Surabaya dijadwalkan pada 1-3 Juli 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru