⌂ Beranda News Indeks Saham AS Naik, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru

Indeks Saham AS Naik, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru

Indeks Saham AS Naik, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Baru
Grafik saham Dow Jones mencetak rekor tertinggi
A A Ukuran Teks16px

Wall Street menguat pada Jumat, didorong optimisme perkembangan geopolitik dan rally berkelanjutan di sektor infrastruktur teknologi.

Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatat level tertinggi dalam sepekan.

>>> Uber Dikabarkan Incar Akuisisi Penuh Delivery Hero untuk Ekspansi Global

Sentimen pasar mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai.

Saham produsen chip dan perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) juga mengalami kenaikan kuat berkat antusiasme terhadap teknologi AI.

Saham perangkat lunak ikut naik setelah Workday melampaui ekspektasi keuangan kuartal pertama. Perusahaan memberikan prospek positif, mendorong harga sahamnya naik lebih dari 5%.

Data Ekonomi dan Pernyataan The Fed Batasi Kenaikan

Meski secara keseluruhan naik, pasar sempat turun dari puncak intraday setelah rilis data ekonomi.

University of Michigan merevisi indeks sentimen konsumen AS untuk Mei ke level terendah dalam sejarah, yaitu 44,8, berbeda dengan ekspektasi awal yang memperkirakan tidak ada perubahan di angka 48,2.

>>> Kalshi Luncurkan Grup Advokasi Americans for Fair Markets untuk Pengaruhi Kebijakan

Kekhawatiran inflasi kembali muncul setelah ekspektasi inflasi satu tahun direvisi naik menjadi 4,8% dari sebelumnya 4,5%, level tertinggi dalam sembilan bulan.

Ekspektasi inflasi lima hingga sepuluh tahun juga naik ke level tertinggi tujuh bulan, yaitu 3,9%, melampaui proyeksi stabil 3,4%.

Pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller turut membatasi kenaikan ekuitas.

Waller mendukung tetap mempertimbangkan kenaikan suku bunga, karena inflasi saat ini tidak bergerak ke arah yang diinginkan.

Harga Minyak Bergejolak Akibat Perkembangan Diplomatik

Pasar energi mengalami fluktuasi harga tajam pada Jumat karena perubahan berita seputar konflik yang melibatkan Iran.

>>> Tesla Percepat Rekrutmen FSD di China untuk Target Otonomi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate berfluktuasi sebelum ditutup dengan kenaikan tipis, sementara Selat Hormuz masih ditutup.

Minyak sempat turun ke wilayah negatif setelah laporan bahwa Qatar mengirim delegasi negosiasi ke Teheran dengan koordinasi otoritas AS.

Pejabat Iran menyatakan bahwa proposal terbaru Amerika mengurangi perbedaan antara kedua negara, mengindikasikan kerangka kerja sementara.

Usulan jangka pendek tersebut melibatkan Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan imbalan AS mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran, sehingga kedua negara dapat melanjutkan dialog diplomatik lebih dalam mengenai program nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri AS Rubio mengakui adanya kemajuan kecil dalam diskusi geopolitik ini.

>>> Kajian Kebijakan Bahan Bakar Etanol di AS: Manfaat vs Realitas

Sementara itu, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa ia menunda serangan militer terhadap Iran yang semula direncanakan pada Selasa, menanggapi permintaan sekutu Teluk yang menginginkan lebih banyak waktu untuk jalur diplomatik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru