Saham raksasa pakaian olahraga Lululemon Athletica Inc. mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Nilainya merosot 63,2%, jauh di bawah kinerja pasar secara keseluruhan.
Sebagai perbandingan, Indeks S&P 500 justru naik 23,3% pada periode yang sama.
>>> W R Berkley Kalahkan Ekspektasi Laba Kuartal I, Tapi Saham Tertinggal dari Pasar
Sepanjang tahun 2026, saham Lululemon turun 42,6% secara year-to-date, sementara S&P 500 naik 7,4%.
Kinerja buruk ini juga terlihat jika dibandingkan dengan VanEck Retail ETF. ETF tersebut mencatat kenaikan 10,7% dalam setahun dan 5,9% secara year-to-date.
Tekanan Pasar Amerika Utara
Penurunan saham terutama disebabkan oleh melemahnya pasar Amerika Utara.
Lalu lintas toko yang lemah, peningkatan markdown, dan tekanan tarif lebih dari 500 basis poin membuat penjualan stagnan dan margin tertekan.
>>> BitMine Immersion Technologies Acquires 71,672 Ethereum Worth $157 Million
Manajemen perusahaan fokus membenahi operasi bisnis di Amerika Serikat.
Investasi berkelanjutan di bidang pemasaran, tenaga kerja, dan teknologi akan terus menekan margin operasional sementara perusahaan berusaha mengurangi dampak tarif.
Untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir Januari 2027, analis memperkirakan laba per saham diluted turun 7,2% menjadi $12,30.
>>> Alex Rodriguez dan Jaclyn Cordeiro Putus Setelah Dua Tahun
Meski demikian, Lululemon memiliki catatan positif dengan mampu melampaui estimasi konsensus dalam empat kuartal terakhir.
Konsensus pasar dari 31 analis yang melacak saham ini masih berada di level "Hold". Rinciannya, dua "Strong Buy", 26 "Hold", satu "Moderate Sell", dan dua "Strong Sell".
Pada 8 Mei, analis Wells Fargo, Ike Boruchow, mempertahankan peringkat "Hold" dengan target harga $150. Target itu mengindikasikan potensi kenaikan 25,8% dari level saat ini.
Target harga rata-rata umum berada di $182,33, atau premi 52,9% dari harga sekarang.
>>> T. Rowe Price Tertinggal dari Pasar Meski Raup Laba di Atas Ekspektasi
Sementara target harga tertinggi dari Wall Street mencapai $320, yang berarti potensi kenaikan 168,4%.