Aktris Emilia Clarke mengungkapkan keputusannya membekukan sel telur di usia 35 tahun untuk menjaga peluang menjadi ibu setelah selamat dari dua aneurisma otak yang mengancam jiwa.
Bintang Game of Thrones yang kini berusia 39 tahun itu membagikan pengalamannya dalam wawancara dengan The Times pada 21 Mei 2026.
>>> Aubrey Plaza Tampilkan Kehamilan di Madison Square Garden
Clarke mengalami dua pendarahan otak parah saat usianya masih 20-an. Yang pertama terjadi pada 2011, tepat setelah syuting musim pertama serial fantasi yang melambungkan namanya.
Kondisi darurat medis itu mengakibatkan dua operasi otak dan meninggalkan perjuangan emosional serta fisik jangka panjang.
Pertempuran kesehatannya diperparah oleh kematian ayahnya, Peter, akibat kanker. Clarke menyebut masa itu sebagai periode transformatif yang memicu penarikan diri dari kehidupan publik selama bertahun-tahun.
Sang aktris mengatakan kini ia telah pulih dan melewati tahap tersulit dalam hidupnya.
Clarke menghubungkan keputusannya dengan tren yang lebih luas di kalangan perempuan yang menghadapi tantangan kesehatan dan penuaan sambil mempertahankan pilihan kesuburan.
"Kamu melewati momen-momen universal tertentu, seperti saat aku berusia 35 tahun ketika membekukan sel telur," kata Clarke kepada The Times.
"Banyak perempuan lain di usia itu juga membekukan sel telur."
Merenungkan awal usia 20-an, Clarke menggambarkan perasaan rentan yang luar biasa saat ketenaran globalnya yang tiba-tiba bersinggungan dengan trauma neurologis parah.
"Aku melewati beberapa tahun di mana aku ingin menutup pintu depan dan duduk di sarangku," kata Clarke kepada The Times.
>>> RuPaul Blokir Courtney Act Usai Debat Istilah Transfobia di Drag Race
"Aku tak bisa menggambarkan betapa mudanya aku, betapa naifnya aku saat memulai."
Sang aktris mengingat perasaan terus-menerus tidak berdaya dan takut akan kelangsungan hidupnya di puncak karier televisinya.
"Aku tidak mengerti industri ini," kenang Clarke.
"Lalu aku mengalami cedera otak yang mengancam jiwa dan aku sangat sakit serta terus berpikir aku akan mati."
Beban emosional kehilangan ayahnya pada akhirnya melampaui trauma prosedur medisnya, menyebabkan proses psikologis yang mendalam selama bertahun-tahun.
"Lalu ayahku meninggal dan itu lebih besar daripada pendarahan otak," tambah Clarke.
Meskipun mengalami kesulitan berkepanjangan, Clarke menjelaskan bahwa perubahan perspektif yang tiba-tiba akhirnya membawa kelegaan emosional dan rasa pembaruan.
"Aku akan jujur: sudah bertahun-tahun aku duduk dengan banyak rasa sakit. Lalu suatu pagi aku bangun dan menyadari bahwa aku telah melewati yang terburuk," jawab Clarke.
Clarke sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran tentang sifat keturunan dari kondisi pembuluh darahnya. Dalam penampilannya di podcast Dear Chelsea pada Januari, ia mengungkapkan memiliki kelemahan bawaan pada arterinya.
>>> The Thirteenth Floor Gagal di Box Office, Kalah Telak dari The Matrix
"Jika aku punya bayi, aku akan berkata, 'Bawa bayi itu ke mesin MRI segera agar aku bisa melihat apakah dia memilikinya,'" ungkap Clarke di podcast tersebut.
Dalam wawancara terpisah dengan majalah ELLE pada 2017, Clarke menyuarakan preferensinya untuk mengutamakan menjadi ibu daripada pernikahan.
Ia berharap dapat membesarkan anak di lingkungan pedesaan seperti masa kecilnya di Oxfordshire.
"Ya, aku ingin bayi. Aku tidak tahu tentang pernikahan.
Itu mungkin hal yang sangat menyakitkan dari generasi milenial untuk dikatakan. Tapi aku ingin menemukan manusia yang dengannya kamu ingin membangun keluarga," kata Clarke kepada ELLE.
Sang aktris mengenang kenangan indah masa kecil yang dihabiskan di sekitar sungai dan lingkungan luar ruangan, yang ia harap dapat diwariskan kepada keluarganya kelak.
"Aku tumbuh dengan bebek di taman dan sungai. Kami biasa memetik jamur di ladang.
Pertunjukan pertamaku dilakukan di dalam pepohonan," kenang Clarke.
Claude mengakhiri wawancara itu dengan menyatakan keinginan utamanya untuk meniru pengalaman pedesaan tersebut bagi calon anak-anaknya.
>>> Bisakah AI Ciptakan Triliuner Pertama di Dunia?
"Dan jika aku berhasil melahirkan beberapa anak, aku ingin mereka memiliki pengalaman itu juga," kata Clarke kepada ELLE.