Film fiksi ilmiah tahun 1999 berjudul The Thirteenth Floor mengalami kegagalan secara kritis dan finansial saat dirilis.
Film yang dibintangi Vincent D'Onofrio itu hanya menghasilkan US$18,6 juta dari anggaran produksi US$16 juta.
>>> Bisakah AI Ciptakan Triliuner Pertama di Dunia?
Menurut laporan slashfilm. com pada 19 Mei 2026, film adaptasi novel Simulacron-3 karya Daniel F.
Galouye ini harus bersaing ketat dengan blockbuster The Matrix garapan Wachowskis pada tahun yang sama.
Kritik Pedas dari Pengamat
Jurnalis Jonathan Foreman dari New York Post mengkritik produksi film ini karena kelemahan teknis. Ia menyebutnya memiliki "akting biasa-biasa saja, dialog yang hambar, dan tempo yang lambat".
>>> Vanguard and State Street Growth ETFs Offer Distinct Strategies for Large and Small Cap Investors
Kritikus Lawrence Van Gelder dari New York Times menilai film ini "stylish" namun "overplotted" dan "akhirnya tidak logis" dalam perpaduan genre fiksi ilmiah, misteri, dan romansa.
Meski begitu, ia memuji penampilan Vincent D'Onofrio sebagai "kuat" dan desain produksi secara keseluruhan.
Bob Fenster dari Arizona Republic memberikan pandangan berbeda, menyebut film ini sebagai "jenis fiksi ilmiah yang membuat Anda merenung".
Sementara John Monaghan dari Detroit Free Press membandingkannya dengan "proyek sekolah film yang salah arah".
>>> Memahami APR dan Dampaknya pada Biaya Pinjaman Pribadi
Film ini mendapat skor rendah 29% di Rotten Tomatoes.
Ceritanya mengikuti ilmuwan Douglas Hall yang mencurigai dirinya hidup dalam realitas simulasi setelah mentornya, miliarder teknologi Hannon Fuller, dibunuh di lingkungan virtual Los Angeles tahun 1937.
Produser Marco Weber dan sutradara Roland Emmerich memulai proyek ini setelah menonton adaptasi TV Jerman tahun 1973 berjudul World on a Wire.
>>> Ira Sachs Tampilkan Drama AIDS Berlatar 1980-an di Cannes
Mereka kemudian mempekerjakan Josef Rusnak sebagai sutradara. Saat ini, film tersebut dapat ditonton secara gratis di platform digital Tubi.