Will AI create the world's first trillionaire?
Pertanyaan ini muncul seiring laporan terbaru dari tim riset yang mengidentifikasi sebuah perusahaan kecil yang disebut sebagai "Monopoli Tak Tergantikan".
>>> Memahami APR dan Dampaknya pada Biaya Pinjaman Pribadi
Perusahaan ini disebut menyediakan teknologi penting yang dibutuhkan oleh Nvidia dan Intel.
Laporan tersebut tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik, tetapi menekankan potensi besar AI dalam menciptakan kekayaan luar biasa.
Beberapa analis memperkirakan bahwa miliarder pertama di dunia bisa muncul dari sektor kecerdasan buatan.
Perbandingan dengan Kripto
Fenomena ini mengingatkan pada kenaikan dramatis Shiba Inu (CRYPTO: SHIB) yang diluncurkan pada 2020 sebagai parodi Dogecoin.
Shiba Inu mulai diperdagangkan di harga $0,00000000051 per token dan mencapai rekor tertinggi $0,00008845 pada 2021.
>>> Ira Sachs Tampilkan Drama AIDS Berlatar 1980-an di Cannes
Saat ini, harga Shiba Inu sekitar $0,0000057.
Investasi $1.000 saat debut sempat melonjak menjadi $173,4 juta sebelum menyusut menjadi sekitar $11,2 juta.
Namun, mereka yang membeli di harga tertinggi kini mengalami kerugian.
Shiba Inu tidak bisa ditambang seperti Bitcoin atau Dogecoin. Token ini dibuat sebagai ERC-20 di blockchain Ethereum dengan total pasokan satu kuadriliun token.
Lebih dari setengahnya diberikan kepada Vitalik Buterin, yang kemudian membakar sebagian besar token tersebut.
Pasokan beredar Shiba Inu saat ini mencapai 589,5 triliun token.
>>> Harry Styles dan Zoë Kravitz Dikabarkan Gelar Pernikahan Natal
Token ini juga tidak mendukung pengembangan aplikasi terdesentralisasi atau aset kripto lain seperti Ethereum karena tidak memiliki blockchain Layer 1 sendiri.
Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum, Shiba Inu tidak didukung oleh ETF harga spot.
Dalam 12 bulan terakhir, harga Shiba Inu turun lebih dari 60%, sementara Bitcoin dan Ether masing-masing turun 30% dan 17%.
Di sisi positif, Shibarium—jaringan Layer 2 di atas Ethereum—mendukung smart contract dan mempercepat transaksi Shiba Inu.
Selain itu, T. Rowe Price baru-baru ini menambahkan Shiba Inu dan Dogecoin ke dalam ETF Crypto Aktif yang akan datang.
>>> Lingkaran Dalam Harry Styles Khawatirkan Pertunangan yang Terlalu Cepat
Meski demikian, Shiba Inu diperkirakan tidak akan mampu mengimbangi Bitcoin atau Ethereum. Token ini tidak memiliki cukup keunggulan sebagai komoditas langka atau platform pengembangan yang berguna.