⌂ Beranda News Glyndebourne Gelar Pertunjukan Perdana Tosca Karya Puccini

Glyndebourne Gelar Pertunjukan Perdana Tosca Karya Puccini

Glyndebourne Gelar Pertunjukan Perdana Tosca Karya Puccini
Panggung Glyndebourne saat mementaskan opera Tosca
A A Ukuran Teks16px

Festival opera Glyndebourne di East Sussex, Inggris, untuk pertama kalinya mementaskan opera Tosca karya Giacomo Puccini. Pertunjukan ini menjadi debut sejak festival dimulai pada 1934.

Sutradara Ted Huffman mengadaptasi karya tersebut untuk panggung dan auditorium Glyndebourne yang lebih kecil.

>>> Railroad CEO and Agricultural Leader Unite to Protect US Economy

Ia menawarkan pengalaman yang sangat intim dibandingkan dengan gedung opera besar seperti Royal Opera House atau Metropolitan Opera.

Sejarah Kontroversial Tosca

Tosca pertama kali dipentaskan pada Januari 1900 dan mendapat kritik keras dari musisi serta kritikus kontemporer. Gustav Mahler bahkan menyatakan ketidaksukaannya yang mendalam terhadap karya ini.

Penerbit Puccini sendiri khawatir opera ini akan menjadi kegagalan komersial besar.

Kritikus awal mengeluhkan kurangnya lagu tradisional dan kesulitan menerima keputusan berani Puccini yang memasukkan suara lonceng, tembakan meriam, dan teriakan langsung ke dalam skor.

>>> Samsung Strike Boosts Competitor Shares as Union Launches Walkout

Bahkan beberapa dekade kemudian, opera ini masih mendapat skeptisisme akademis. Pada 1950-an, ahli musik AS Joseph Kerman menyebutnya sebagai "shabby little shocker".

Pada 2010, kritikus opera Rupert Christiansen menjulukinya "tawdry but irresistible melodrama".

Meski demikian, Tosca tetap menjadi salah satu karya paling menguntungkan di industri musik klasik.

Daya tariknya terletak pada melodi yang kuat dan alur cerita cepat yang berpusat pada seks dan kematian.

Menurut Huffman, opera ini juga merupakan studi tentang kejahatan yang tetap relevan. Skala kecil Glyndebourne memungkinkan penonton menangkap percakapan halus dan detail plot tanpa perlu disuarakan keras.

>>> Aster Chemicals Expands Singapore Ethylene Plant with $80M Investment

Puccini dan penulis librettonya secara eksplisit menetapkan narasi di tiga lokasi nyata di Roma pada tahun 1800: Gereja Sant'Andrea della Valle, Palazzo Farnese, dan Castel Sant'Angelo.

"Menarik untuk mementaskan Tosca dalam skala yang lebih intim daripada opera house besar," kata Huffman. "Di sana Tosca menjadi sajian utama."

Huffman menekankan bahwa Tosca adalah karya tentang kekerasan negara, perlawanan, dan kepahlawanan. Tema-tema ini sangat relevan bagi penonton modern.

Produksi baru di Glyndebourne terinspirasi dari sinema neorealis Italia tahun 1940-an untuk mengeksplorasi tema politik.

>>> KFC Brings Back Fried Pickles and Introduces New Discount Menu Across the US

Huffman bercanda bahwa ia tidak menggunakan dua kandil di akhir babak kedua seperti yang sering ditanyakan orang.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru