Seorang kolektor anonim asal Amerika Serikat membeli lukisan Banksy berjudul Girl and Balloon on Found Landscape seharga US$18 juta pada Rabu (waktu setempat).
Penjualan berlangsung dalam lelang tertutup di toko Tiffany & Co. Landmark di New York.
>>> 20 Lagu Terbaik Laurie Anderson: Dari O Superman hingga Sharkey's Day
Menurut laporan Wall Street Journal dan GraffitiStreet, lelang ini menjadi uji pasar besar pertama sejak identitas Banksy terungkap sebagai pria asal Bristol berusia 50-an.
Harga akhir US$18 juta sesuai dengan estimasi tertinggi yang ditetapkan platform lelang Fair Warning.
Angka tersebut menempatkan karya 2012 ini sebagai hasil lelang tertinggi ketiga dalam karier Banksy.
Sekitar 70 tamu menghadiri acara di lokasi mewah Manhattan itu.
Pembeli anonim memenangkan karya tersebut melalui pertarungan penawaran telepon yang dipandu juru lelang legendaris Jussi Pylkkänen.
Penjualan sukses ini terjadi di tengah lonjakan pasar seni musim semi New York yang lebih luas.
>>> Markel and Willis Launch Dedicated Nuclear Insurance Facility
Setidaknya US$2,5 miliar karya seni berpindah tangan di rumah lelang besar seperti Sotheby's, Christie's, dan Phillips.
Lukisan 2012 ini menggabungkan motif ikonik Banksy, yaitu gadis dengan balon, dengan seri Crude Oil yang langka.
Gambar stensil itu dilapiskan di atas lanskap pastoral vintage yang digunakan kembali.
Karya tersebut sebelumnya dipercayakan kepada Danny Comden, rekan Banksy di Pantai Barat.
Kemudian, karya itu dititipkan oleh seorang kolektor yang tidak disebutkan namanya untuk lelang New York.
Penjualan ini mendorong keluar karya Sunflowers From Petrol Station (2021) dari tiga besar hasil lelang tertinggi Banksy.
Pendiri Fair Warning, Loïc Gouzer, memuji pengaruh Banksy sebelum acara lelang.
>>> TAT Technologies Catat Rekor Backlog Rp580 Juta Meski Gangguan Rantai Pasok
"Banksy adalah seniman paling berpengaruh di zaman kita," kata Gouzer.
Ia juga menyebut Banksy sebagai seniman generasi ini dengan probabilitas tertinggi mencapai pendapatan US$100 juta.
"Dia adalah orang luar – bukan produk dunia seni – dan itulah mengapa institusi tidak pernah sepenuhnya merangkulnya," ujar Gouzer.
Penyelenggara lelang mencatat bahwa minat global terhadap karya ini mencerminkan penjualan seni kontemporer terkenal sebelumnya, seperti karya Jean-Michel Basquiat dan Andy Warhol.
Dua posisi teratas dalam sejarah lelang Banksy masih dipegang oleh Game Changer (US$23,1 juta pada 2021) dan Love Is in the Bin (rekor US$25,4 juta di Sotheby's London pada 2021).
Gambar ikonik gadis dengan balon pertama kali muncul sebagai grafiti publik di London pada 2002.
>>> Federal Reserve Usulkan Rekening Pembayaran Khusus untuk Perusahaan Kripto
Gambar itu terpilih sebagai karya seni favorit Inggris pada 2017 sebelum semakin terkenal ketika versi berbingkai menyobek dirinya sendiri saat lelang langsung pada 2018.