⌂ Home › News › Kesiapan Siber Indonesia dan Ancaman Harvest Now Decrypt Later
News

Kesiapan Siber Indonesia dan Ancaman Harvest Now Decrypt Later

Ilustrasi komputasi kuantum dan keamanan siber
A A Text Size16px

Perkembangan teknologi kuantum membuka peluang kemajuan sekaligus menghadirkan tantangan bagi keamanan informasi digital.

Kemajuan ini berpotensi memengaruhi keandalan sistem kriptografi yang kini digunakan melindungi data dan infrastruktur digital.

Menyikapi hal itu, PERURI mengangkat Post-Quantum Cryptography (PQC) sebagai topik utama dalam PERURI Digital Summit 2026 pada Oktober lalu di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan.

PQC adalah pendekatan kriptografi yang dirancang tetap aman dari potensi serangan komputer kuantum di masa depan.

Pengembangannya semakin penting seiring kebutuhan perlindungan informasi digital di pemerintahan, keuangan, kesehatan, hingga infrastruktur strategis nasional.

Ancaman Harvest Now, Decrypt Later

Dalam panel diskusi hari pertama, narasumber menyoroti risiko Harvest Now, Decrypt Later.

Ancaman ini merujuk pada kemungkinan data terenkripsi dikumpulkan saat ini untuk dibuka ketika teknologi memiliki kemampuan memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan keamanan digital tidak hanya soal ancaman hari ini, tetapi juga perlindungan informasi jangka panjang.

Menghadapi risiko itu, keandalan institusi dan organisasi menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan perkembangan teknologi.

Langkah awal dapat dilakukan melalui pemetaan aset digital, identifikasi sistem kriptografi, evaluasi risiko keamanan, serta penyusunan prioritas penyesuaian teknologi berdasarkan tingkat sensitivitas dan kebutuhan perlindungan informasi.

Edwin Purwandesi selaku Direktur Bisnis Digital PERURI menjelaskan keterlibatan PERURI dalam kelompok kerja persiapan menghadapi teknologi pasca kuantum.

Salah satu tahapan yang dilakukan adalah mempersiapkan mekanisme untuk mengidentifikasi aset digital yang berpotensi terdampak.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates