Para ahli keamanan siber Rusia untuk pertama kalinya menyelidiki serangan yang diyakini sepenuhnya dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI).
Serangan itu mencakup intrusi sistem hingga pencurian data dalam waktu sekitar tiga jam.
Penyelidikan dilakukan tim Unit Respons Ancaman Siber Komprehensif (PT ESC IR) Positive Technologies. Serangan menargetkan sistem komputer Linux dan Windows milik sebuah perusahaan Rusia.
Menurut perusahaan tersebut, agen AI menyusup ke lebih dari 10 server hanya dalam beberapa jam. Agen itu secara bersamaan menggunakan dan menyesuaikan berbagai alat untuk melancarkan serangan.
Puluhan Skrip Dieksekusi Otomatis
Selama serangan, agen AI terus-menerus menghasilkan dan mengeksekusi puluhan skrip pada beberapa server. Setiap eksekusi hanya berjarak beberapa detik.
Agen tersebut juga otomatis menginstal pustaka dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung serangan. Langkah ini mempercepat proses intrusi di lingkungan yang ditargetkan.
Meski mampu melakukan operasi teknis kompleks, agen AI masih membuat kesalahan sederhana. Contohnya memasukkan perintah yang salah atau salah menyebutkan nama perangkat lunak.
Namun, agen itu dengan cepat memperbaiki kesalahan atau mencoba pendekatan berbeda ketika gagal. Perilaku ini menunjukkan kemampuan adaptasi selama serangan berlangsung.
