⌂ Home › News › Mengapa Nol Mutlak -273,15°C Tak Bisa Tercapai di Alam Semesta
News

Mengapa Nol Mutlak -273,15°C Tak Bisa Tercapai di Alam Semesta

Ilustrasi batas suhu terdingin nol mutlak dalam fisika kuantum
A A Text Size16px

Nol mutlak, setara -273,15°C atau 0 Kelvin, menjadi batas suhu terendah dalam skala Kelvin.

Angka ini bukan sekadar dingin ekstrem, melainkan garis batas yang hingga kini tak mampu disentuh sepenuhnya.

Pada tingkat itu, gerak termal partikel materi menyusut hingga minimum yang diizinkan mekanika kuantum. Namun partikel tak lantas berhenti total, karena sistem kuantum masih menyimpan energi titik nol.

Hukum Ketiga Termodinamika Jadi Penghalang

Hukum termodinamika ketiga menyatakan suatu sistem fisik mustahil dibawa ke suhu tepat 0 K melalui proses termodinamika konvensional yang terbatas.

Semakin dekat ke batas itu, semakin sulit energi termal tambahan dihilangkan.

Para ilmuwan memang bisa mencapai suhu sangat rendah, tetapi menyentuh nol mutlak secara tepat adalah persoalan berbeda.

Kondisi ini menjelaskan mengapa batas terdingin di alam semesta masih menjadi misteri.

Salah satu metode pendinginan paling efektif memakai laser untuk memperlambat pergerakan atom.

Terdengar paradoks karena laser lekat dengan panas, tetapi foton yang disetel tepat dapat memberi momentum berlawanan arah gerak atom sehingga atom melambat.

Dikombinasikan dengan perangkap magnetik dan teknik pendinginan lain, ilmuwan mampu menurunkan suhu awan atom hingga hanya beberapa miliar Kelvin di atas nol mutlak.

Pada kondisi itu, materi dapat membentuk kondensat Bose-Einstein, keadaan ketika banyak atom menunjukkan sifat kuantum kolektif.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates