⌂ Home › News › Maskot AI Big Tech: Dari Robot Pembunuh ke Boneka Berbulu
News

Maskot AI Big Tech: Dari Robot Pembunuh ke Boneka Berbulu

Ilustrasi boneka berbulu sebagai maskot agen AI
A A Text Size16px

Jolly tampil sebagai boneka berbulu dengan pipi merah, mata besar, dan senyum polos. Ia adalah maskot Muse, asisten AI buatan Meta.

Di balik wajah imut itu, Jolly disebut sebagai agen AI yang tidak berhenti pada menjawab pertanyaan. Ia ikut mengerjakan tugas, mulai dari memesan tiket liburan hingga menyisir keuangan.

Jolly tidak sendirian.

OpenAI memakai titik-titik bulat tanpa mulut, Genspark punya lobster berbulu, dan pengguna Grok mengadopsi alien kecil kehijauan bernama Groklet.

Semuanya lucu, empuk, dan muncul ketika orang mulai cemas AI akan menghabisi manusia. Dari robot pembunuh ke boneka yang bisa dipeluk, pergeserannya cepat.

Kelucuan sebagai strategi

Kelucuan itu bukan hiasan, melainkan strategi. Joshua Paul Dale, profesor di Chuo University, Tokyo, sekaligus pendiri bidang kajian Cute Studies, menjelaskan mekanismenya.

Melihat yang imut merangsang pusat kesenangan di otak, katanya, bahkan sebelum kita sempat berpikir. Kita pun cenderung bersikap ramah pada makhluk itu.

Frasa sebelum sempat berpikir itu yang perlu digarisbawahi. Thiago Serra, profesor analitika bisnis di University of Iowa, mengingat Tesla.

Dulu orang merasa harus menelan vitamin ramah lingkungan dan merogoh kocek demi mobil listrik.

About the Author
🔗 Related Post
📰 Latest Updates