Keputusan Meta berinvestasi besar untuk merekrut Alexandr Wang awalnya dinilai tidak masuk akal. Kini, langkah tersebut justru mendongkrak nilai pasar perusahaan secara signifikan.
Meta menggelontorkan dana USD14,3 miliar atau sekitar Rp254,5 triliun untuk merekrut Wang.
Nilai pasar Meta bertambah sekitar USD234 miliar atau Rp4.165 triliun hanya dalam lima hari.
Lonjakan itu didorong oleh agen kecerdasan buatan (AI) Muse yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Wang. Pada Juni 2025, Meta berinvestasi di Scale AI, perusahaan rintisan yang didirikan Wang.
Dari kesepakatan tersebut, Wang disebut menerima sekitar USD5 miliar atau Rp89 triliun. Ia kemudian diangkat menjadi Chief AI Officer Meta untuk memimpin Meta Superintelligence Labs.
Saat itu, harga tersebut dinilai tidak wajar oleh banyak pihak. Namun, penilaian berbalik setelah produk AI Meta menunjukkan performa impresif.
Muse Lampaui ChatGPT
Data Sensor Tower mencatat Muse diunduh 2,8 juta kali dalam 12 hari pertama di App Store Amerika Serikat dan Kanada.
Muse juga mengungguli ChatGPT milik OpenAI yang mencatat 1,8 juta unduhan pada periode yang sama.
ChatGPT hanya meraih 1,3 juta unduhan dalam 12 hari pertama.
Pada 19 September 2026, Muse mencetak rekor unduhan harian di AS sebanyak 264.000 kali dan menempati peringkat teratas App Store.
Investor teknologi Adam Khoo menyoroti perubahan persepsi tersebut. "Orang mengira Mark Zuckerberg gila ketika Meta membayar Alexandr Wang USD5 miliar," tulisnya di X.
"Kini, produk AI Meta di bawah kepemimpinan Wang telah menambah nilai pasar sekitar USD200 miliar," tambahnya.
"Pertanyaannya bukan berapa biaya orang ini, melainkan berapa nilai yang bisa ia ciptakan."

