⌂ Home News AI Jadi Ancaman Pencari Kerja, tapi Peluang Baru Terbuka bagi yang Adaptif
News

AI Jadi Ancaman Pencari Kerja, tapi Peluang Baru Terbuka bagi yang Adaptif

Anak muda mengikuti sesi pembelajaran virtual tentang karier dan AI
AI Jadi Ancaman Pencari Kerja, tapi Peluang Baru Terbuka bagi yang Adaptif Pexels
A A Text Size16px

Teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap ketenagakerjaan dan memunculkan kekhawatiran nyata dalam proses mencari kerja.

Meski demikian, teknologi ini juga membuka peluang baru bagi mereka yang adaptif.

Sepanjang 2025, lebih dari 230 anak muda dari Banda Aceh hingga Flores mengikuti delapan sesi pembelajaran virtual.

Mereka berasal dari sembilan wilayah dengan latar belakang dan akses pendidikan yang berbeda.

Materi yang dipelajari tidak sebatas cara menyusun CV atau menghadapi wawancara kerja.

Peserta membahas literasi digital, pengembangan diri, perencanaan karier, kesehatan mental, hingga pengelolaan keuangan.

Mereka juga bertemu para profesional yang memberikan gambaran tentang tuntutan dunia kerja.

Hal itu menjadi sesuatu yang belum tentu mudah diperoleh anak muda di luar kota-kota besar.

Jangkauan Terluas GoTeach

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari GoTeach, program DHL yang telah berjalan di Indonesia sejak 2014 bersama SOS Children's Villages.

Pada 2025, program ini mencatatkan jangkauan terluas selama 11 tahun pelaksanaannya.

Cakupannya meliputi Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Flores.

Cakupan itu memang belum sebanding dengan besarnya persoalan ketenagakerjaan nasional.

Namun, program tersebut menyentuh satu isu yang kerap luput ketika Indonesia berbicara tentang perdagangan dan ekspor, yakni siapa yang akan menjalankan pertumbuhan tersebut.

Poppy Ariani, VP Commercial DHL Express Indonesia, mengatakan peluang di pasar internasional tetap terbuka bagi pelaku usaha Indonesia.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

📰 Latest Updates