Drag performer Courtney Act mengungkapkan bahwa RuPaul memblokirnya di media sosial setelah ia mengkritik penggunaan istilah transfobia di acara RuPaul's Drag Race.
Kritik tersebut disampaikan Courtney Act saat menjadi bintang tamu di podcast The Kelly Mantle Show.
Menurut Act, ketegangan bermula ketika ia mendesak perubahan terkait penggunaan kata kasar tertentu di acara realitas tersebut.
Kritik publik itu mendapat respons defensif dari RuPaul sebelum akhirnya berujung pada pemblokiran akun media sosial.
Act menjelaskan bahwa kontroversi awal memicu diskusi lebih luas tentang bahasa ofensif, yang mendorong RuPaul untuk bersikukuh pada pendiriannya.
"Jika kamu khawatir aku memanggilmu dengan sebuah kata, maka kamu punya masalah yang lebih besar," kata RuPaul, menurut Act.
Setelah interaksi itu, Act menulis postingan Facebook panjang untuk membela komunitas transgender, berharap itu akan memicu percakapan cerdas dengan RuPaul.
"Aku pikir ini sangat bijaksana. Ru akan benar-benar menghargai aku terlibat dalam percakapan cerdas daripada sekadar fitnah internet," kata Act.
"Diblokir."
Pemblokiran akhirnya dicabut setelah sesama performer Todrick Hall turun tangan.
Hall melihat pemblokiran itu saat syuting video bersama Act dan menghubungi RuPaul langsung untuk meluruskan situasi, yang menghasilkan percakapan telepon selama satu jam.
"Todrick kembali masuk, dan dia berkata, 'Yah, itu bukan kecelakaan bahwa dia memblokirmu, dan dia tahu bahwa kita berteman, jadi dia meminta agar aku tidak membahas detailnya, tapi dia mengatakan aku bisa memberitahumu: Aku hanya tidak menyukaimu,'" kata Act.
RuPaul langsung membuka blokir Act setelah panggilan telepon itu.
"Dan kemudian aku dibuka blokirnya," tambah Act.
Act mengaku bahwa mendengar penjelasan blak-blakan itu menyakitkan, tetapi ia tetap menghormati RuPaul dan tidak menyimpan perasaan negatif atas insiden tersebut.
