⌂ Beranda News MoraRepublic Optimistis Pasar Internet Rumah Indonesia Masih Sangat Luas

MoraRepublic Optimistis Pasar Internet Rumah Indonesia Masih Sangat Luas

MoraRepublic Optimistis Pasar Internet Rumah Indonesia Masih Sangat Luas
Ilustrasi internet rumah di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) optimistis pasar internet rumah di Indonesia masih sangat luas.

Perusahaan menilai ruang pertumbuhan industri fixed broadband masih besar dalam beberapa tahun ke depan.

>>> Polda Metro Jaya Kerahkan 4.263 Personel Amankan Lima Aksi Demo di Jakarta Pusat

Chief Regulatory & Corporate Affairs Officer MoraRepublic Resi Y. Bramani mengatakan angka penetrasi fixed broadband baru mencapai 42,3%.

Artinya, mayoritas rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses internet tetap.

"Sehingga pasar masih jauh dari jenuh," kata Resi ketika dihubungi pada Kamis (18/6/2026).

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah penduduk yang berlangganan internet tetap mencapai 99,51 juta jiwa.

Angka tersebut setara 42,3% dari total pengguna internet Indonesia yang mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026.

Angka itu meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar 38,7%.

Meski demikian, masih terdapat kesenjangan sebesar 57,7% yang menunjukkan mayoritas pengguna internet belum berlangganan layanan internet tetap.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Menurut Resi, terdapat sejumlah faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan industri.

>>> Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Ketua Umum PBNU

Pertama, perubahan perilaku digital yang meningkatkan kebutuhan koneksi internet stabil untuk streaming, bekerja dari rumah, hingga pembelajaran daring.

Kedua, tingginya penetrasi layanan seluler yang memiliki keterbatasan kapasitas dan stabilitas pada jam sibuk. Hal ini membuka peluang bagi layanan broadband tetap.

Ketiga, pertumbuhan kawasan residensial dan urbanisasi menciptakan peluang ekspansi jaringan ke perumahan baru. Keempat, meningkatnya tren home-centric lifestyle menjadikan rumah sebagai pusat aktivitas digital.

"Dengan demikian, Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan akan tetap positif, terutama di kota-kota yang masih berkembang," kata Resi. Ekspansi jaringan dan edukasi pasar menjadi kunci.

Pada tahun ini, MoraRepublic menargetkan sekitar 1,5 juta pelanggan untuk layanan FTTH dan FWA.

Resi menambahkan harga masih menjadi faktor penting, terutama bagi segmen pelanggan yang sensitif terhadap biaya.

Namun, tren saat ini menunjukkan preferensi pelanggan mulai bergeser ke kualitas layanan dan pengalaman pengguna.

>>> Kilang Asia Timur Genjot Ekspor Solar dan Avtur Jelang Normalisasi Selat Hormuz

Kualitas jaringan yang stabil dengan latensi rendah kini menjadi faktor utama. Pelanggan membutuhkan dukungan untuk streaming 4K, gim daring, pemantauan saham, hingga konferensi video.

Keandalan layanan dan pengalaman pelanggan, seperti minim gangguan serta dukungan teknis yang responsif, juga semakin diperhatikan.

"Dengan demikian, kompetisi tidak lagi hanya soal harga, tetapi lebih ke value for money. Pelanggan bersedia membayar lebih jika mendapatkan layanan yang prima, konsisten dan berkualitas," kata Resi.

Untuk mengonversi pengguna seluler, MoraRepublic mengedepankan strategi edukasi mengenai keunggulan fixed broadband.

Keunggulan tersebut meliputi koneksi lebih stabil, kuota tanpa batas, dan kemampuan mendukung banyak perangkat dalam satu rumah.

Perusahaan juga menawarkan paket entry-level dengan harga terjangkau serta bundling dengan layanan OTT seperti streaming dan gaming.

Dari sisi operasional, MoraRepublic menyederhanakan proses pendaftaran dan instalasi serta memperluas cakupan layanan.

Perusahaan memosisikan fixed broadband sebagai pelengkap layanan seluler, bukan pengganti. Fokus lainnya adalah menjaga kualitas jaringan dan layanan pelanggan untuk membangun kepercayaan.

>>> Kementerian P2MI Jajaki Perluasan Sektor Kerja Pekerja Migran di Jerman

"Membangun trust melalui reliability, karena switching dari mobile ke fixed seringkali bergantung pada pengalaman pertama," kata Resi.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru