Tim nasional Meksiko mengalahkan Korea Selatan dengan skor 1-0 dalam pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2026 di Guadalajara pada Jumat, 19 Juni 2026 pagi WIB.
Gol tunggal kemenangan membawa Meksiko mengamankan tiket ke babak gugur dengan raihan enam poin sempurna.
>>> Transvision Beri Diskon 20 Persen untuk Pelanggan Allo Paylater
Sebaliknya, Korea Selatan tertahan dengan tiga poin dan harus menentukan nasib di laga pamungkas melawan Afrika Selatan.
Sebelumnya, Korea Selatan sempat menang 2-1 atas Republik Ceko melalui gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.
Kekalahan ini mempersulit posisi skuad asuhan Kim Do-hoon setelah persiapan mereka terganggu oleh aksi boikot terhadap media domestik.
Boikot dipicu oleh ejekan kepada kapten Son Heung-min terkait status wajib militernya.
Krisis Internal Akibat Ejekan Media
Krisis internal tim bermula dari bocornya rekaman audio jurnalis Korea Selatan saat sesi latihan terbuka di kamp Guadalajara pada 7 Juni 2026.
Dalam video yang diunggah saluran YouTube JTBC, beberapa oknum media melontarkan kalimat meremehkan terkait status wajib militer Son Heung-min.
Son mendapatkan dispensasi setelah meraih medali emas Asian Games 2018 di Indonesia.
Beberapa awak media terekam melontarkan sindiran tajam saat mengamati penyerang Los Angeles FC tersebut berlari di lapangan.
"Apakah kamu berlari seperti pemimpin peleton hanya karena kamu kapten? Dia berlari seolah-olah sedang di militer," ujar salah seorang personel media dalam rekaman yang bocor tersebut.
Komentar tersebut langsung memicu percakapan lanjutan yang bernada vulgar dari jurnalis lain di lokasi latihan.
"Orang-orang ini bahkan belum pernah masuk militer, sial," kata suara pria lain menimpali.
>>> Cinepolis Hadirkan Popcorn Lab Interaktif di Pekan Raya Jakarta 2026
Kritik dari para awak media domestik itu terus berlanjut tanpa menyadari bahwa mikrofon perekam masih aktif.
"Orang-orang XX ini bahkan tidak tahu apa-apa tentang militer," ucap jurnalis tersebut.
Dalam potongan video berbeda yang tersebar di media sosial, sindiran serupa juga terdengar jelas dari percakapan para peliput.
"Ia berlari seperti ketua peleton," tutur seorang jurnalis.
Kalimat bernada ejekan itu terus mengalir di tengah jalannya sesi latihan resmi menjelang laga pembuka turnamen.
"Ia berlari seperti sedang di militer," sebut jurnalis lainnya.
Para jurnalis tersebut juga mempertanyakan pembebasan wajib militer penuh 21 bulan yang diperoleh sang pemain, meski ia tetap mengikuti pelatihan dasar tiga minggu pada 2020.
"Ia bahkan belum wajib militer," kata peliput tersebut.
Percakapan tidak resmi itu ditutup dengan komentar yang meremehkan pengetahuan para pemain mengenai sistem pertahanan negara.
"Mereka bahkan tidak tahu hal utama tentang kemiliteran," ujar awak media itu.